UNIB Luncurkan Divisi PRKBI, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Centre of Excellence Pembangunan Rendah Karbon
Bengkulu, Narasiberita.co.id ,- Universitas Bengkulu (UNIB) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNIB resmi meluncurkan Divisi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di bawah koordinasi Pusat Studi Lingkungan LPPM UNIB.
Peluncuran Divisi PRKBI berlangsung di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (30/9/2026). Divisi tersebut diinisiasi sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat sinergi triple helix yang melibatkan academia, government, dan private sector dalam mendorong implementasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNIB Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP., M.Si., yang diwakili Prof. Ashar Muda Lubis.
Turut hadir Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum UNIB Dr. Yulian Fauzi, Kepala Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) UNIB Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd., para dekan di lingkungan UNIB, kepala pusat studi di bawah LPPM UNIB, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Koordinator Regional OPML, perwakilan LPPM sejumlah perguruan tinggi, aktivis dan pegiat lingkungan, serta insan pers.
Dalam hal ini dialog publik bertajuk “Penguatan Peran Perguruan Tinggi sebagai Centre of Excellence dan Sinergi Triple Helix (Academia-Government-Private Sector) dalam Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim.”
Kemudian Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNIB, Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengatakan keberadaan Divisi PRKBI menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pembentukan Divisi PRKBI pada Pusat Studi Lingkungan LPPM UNIB menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Provinsi Bengkulu,” ujar Prof. Ashar.
Menurutnya, keberadaan divisi tersebut sekaligus menjadi fondasi awal pembentukan Centre of Excellence (CoE) PRKBI UNIB yang diharapkan mampu menghasilkan riset, rekomendasi kebijakan, inovasi dan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.
“Kita ingin memperkuat peran kampus sebagai pusat kolaborasi, pusat kajian, dan pusat lahirnya gagasan-gagasan yang dapat membantu pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon,” katanya.
Prof. Ashar menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dan sektor swasta menjadi bagian penting dalam memastikan pengetahuan dan hasil riset dapat diterapkan dalam pembangunan.
“Komitmen pembangunan rendah karbon harus didukung oleh ilmu pengetahuan, data, riset, inovasi, dan kerja nyata di lapangan. Di sinilah Universitas Bengkulu hadir,” tegasnya.
Peluncuran Divisi PRKBI juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara LPPM UNIB dan Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan terlaksana dengan lancar melalui kerja sama dan dukungan Oxford Policy Management Limited (OPML) dalam implementasi program pembangunan rendah karbon yang didukung Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) United Kingdom serta bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.
Peluncuran Divisi PRKBI, UNIB mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan akademik, kebijakan pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan Bengkulu yang rendah karbon, berkelanjutan dan berketahanan iklim.
(Nrl)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















