Malam Penuh Tangis! Ratusan Warga Iringi Pemakaman Rehan, Kapolres Kepahiang Turut Hadir

Kepahiang, Narasiberita.co.id. – Suasana haru menyelimuti proses pemakaman Rehan Gustiawan (16), pelajar yang ditemukan meninggal dunia di kawasan wisata Telaga Hijau, Kabupaten Kepahiang.

Jenazah Rehan diiringi langsung Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda bersama ratusan warga, keluarga, kerabat, personel kepolisian hingga teman-teman sekolah korban menuju rumah duka di Desa Taba Tebelet, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Senin malam (14/9/2026).

Sebelumnya, jenazah Rehan menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara. Setelah tiba di rumah duka, jenazah kemudian disalatkan di Masjid Syuhada, Desa Taba Tebelet.

Usai disalatkan, jenazah langsung dibawa menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Taba Tebelet untuk dimakamkan sekitar pukul 20.36 WIB.

Proses pemakaman berlangsung dalam suasana penuh duka. Jenazah almarhum dimakamkan menggunakan peti jenazah yang diturunkan secara perlahan menggunakan tali ke dalam liang lahat.

Ratusan warga tampak memadati lokasi pemakaman. Keluarga, kerabat, pihak kepolisian serta teman-teman sekolah korban turut mengiringi hingga proses pemakaman selesai.

Tangis dan kesedihan terlihat dari pihak keluarga yang ditinggalkan. Setelah jenazah dikuburkan dan didoakan, keluarga juga melaksanakan tradisi berupa pemecahan kelapa tua serta meletakkan sebotol air mineral di atas makam korban.

Setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai, pihak keluarga kemudian menggelar takziah atau pembacaan Surah Yasin di rumah duka.

Rehan sebelumnya dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan wisata Telaga Hijau pada Minggu (13/9/2026).

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama mengatakan, korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian di kawasan Telaga Hijau.

Pencarian melibatkan personel kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Bengkulu.

“Perlu kami sampaikan laporan kehilangan yang telah kami terima sudah ditemukan di sekitar danau,” ujar Bintang.

Dalam proses pencarian, tim sempat menemukan sandal milik Rehan di sekitar danau. Pencarian kemudian dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan.

Petugas juga melakukan penyisiran dari lokasi tempat korban bersama teman-temannya berkumpul hingga ke kawasan tempat korban ditemukan.

“Pencarian melibatkan BPBD dan Basarnas Bengkulu. Kami sudah melakukan penyisiran dari tempat berkumpul awal hingga lokasi tempat ditemukannya korban,” jelas Bintang.

Setelah Rehan ditemukan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti peristiwa yang menyebabkan pelajar tersebut meninggal dunia.

Polisi juga melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah Rehan.

“Atas temuan tersebut kami tetap melakukan penyelidikan dan pendalaman. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan visum oleh dokter,” ujar Bintang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menyampaikan lebih jauh mengenai penyebab maupun kronologi pasti kematian Rehan.

Sementara itu, kawasan wisata Telaga Hijau masih ditutup sementara setelah ditemukannya korban. Garis polisi juga telah dipasang di kawasan tersebut sembari menunggu proses penyelidikan kepolisian.

(Feby)

Tinggalkan Balasan