Memasuki Hari Ke-11, Karhutla Bromo Merembet ke Bukit Cinta Pasuruan, Pemadaman Kombinasi Masif Dikerahkan

PASURUAN, Narasiberita.co.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah memasuki hari kesebelas dan dilaporkan terus meluas hingga menembus wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan.

Kobaran api yang semula berpusat di kawasan Bukit Dingklik kini merembet cepat ke objek wisata Bukit Cinta dengan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi percepatan pergerakan si jago merah dan menegaskan bahwa tim gabungan kini siaga penuh untuk membentengi kawasan wisata vital lainnya.

​”Sampai hari ini masih terjadi kebakaran, utamanya sekarang menjalar ke Bukit Cinta, apinya cukup besar dan merembet cepat sekali. Kita kesulitan pasokan air karena letaknya di pegunungan, namun demikian kita bekerja keras seluruh elemen tak kenal lelah,” tegas Sugeng Hariyadi.

​Fokus utama penanganan saat ini adalah mencegah kobaran api tidak melompati sekat bakar menuju Bukit Kingkong dan Puncak Penanjakan. Untuk mengamankan area yang berdekatan dengan permukiman warga serta jalur strategis, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengerahkan armada teknis masif:

​Armada Darat: Disiagakan 6 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 6 unit mobil tangki air.
​Strategi Selang Panjang: Petugas menyambungkan selang bertekanan tinggi dari armada damkar untuk menjangkau tebing-tebing curam.
​Personel Gabungan: Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, BNPB, Satpol PP, Balai Besar TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan diterjunkan melakukan pemadaman manual (gepyok dan lokalisasi bara).
​Guna mengatasi keterbatasan pasokan air di dataran tinggi serta medan pegunungan yang ekstrem, operasi dibantu penuh lewat gempuran udara dari BPBD Jatim dan BNPB.

​Operasi Helikopter Water Bombing: Telah melakukan sedikitnya 5 kali manuver penyiraman (water dropping) di titik-titik krisis yang mustahil dijangkau personel darat.
​Kapasitas Penyiraman: Setiap manuver helikopter menggelontorkan sekitar 1.000 liter air tepat di atas fokus titik api tebing.
​Upaya kolaboratif darat dan udara ini terus dipacu secara intensif agar seluruh titik api di kawasan kaldera Pasuruan dapat dikendalikan sepenuhnya.

(Eka)

Tinggalkan Balasan