Diduga Korban Penganiayaan, Petani Di Rejang Lebong Ditemukan Meninggal Dunia
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Warga Desa Kota Pagu digegerkan dengan penemuan sesosok pria paruh baya yang tergeletak bersimbah darah di kawasan perkebunan Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, pada Senin (27/7/2026) sore.
Korban yang diketahui bernama Wagimin alias Gomble (62), seorang petani setempat, diduga kuat menjadi korban penganiayaan berat hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Erwan Effendi (45), warga sedesa korban, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Erwan yang tengah dalam perjalanan menuju kebunnya mendapati korban sudah dalam posisi tertelungkup di atas sepeda motor yang roboh.
Melihat tubuh korban yang dipenuhi luka, Erwan bergegas memutar arah kembali ke desa untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga dan masyarakat. Mendapat laporan itu, anak korban, Candra (36), langsung menuju lokasi kejadian (TKP) untuk mengevakuasi ayahnya.
Korban awalnya dilarikan oleh pihak keluarga menggunakan kendaraan roda empat menuju Rumah Sakit An-Nissa untuk mendapatkan pertolongan pertama. Mengingat kondisi luka yang sangat kritis, pihak RS An-Nissa kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup.
Nahas, nyawa petani lansia tersebut tidak dapat diselamatkan. Tim medis RSUD Curup menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 18.22 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan proses autopsi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka fisik yang sangat fatal akibat senjata tajam. Di antaranya, luka bacok dan robek yang cukup dalam pada bagian atas dan belakang kepala, luka sayat di bawah telinga kanan, serta luka tusuk di bagian punggung kiri. Selain itu, ditemukan juga sejumlah luka memar dan lecet di area wajah serta dada.

Pihak kepolisian dari Polsek Selupu Rejang, setelah menerima laporan dari masyarakat, langsung bergerak cepat mendatangi lokasi. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, termasuk kaus lengan panjang berwarna oranye dan celana training hitam.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Azmi Aryanto, S.H., membenarkan adanya peristiwa dugaan tindak pidana yang menghilangkan nyawa tersebut.
“Petugas dari Unit Intelkam dan piket SPKT sudah turun melakukan olah TKP serta mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi di lokasi. Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memburu pelaku,” ujar Iptu Azmi secara singkat.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik dugaan penganiayaan yang berujung maut ini masih menjadi misteri dan dalam penanganan intensif jajaran Polres Rejang Lebong.
(Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















