Cegah Pencemaran Lingkungan, DLH Kabupaten Pasuruan Modernisasi IPAL TPA Wonokerto
PASURUAN, Narasiberita.co.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pembenahan infrastruktur pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto. Salah satu fokus utama pembenahan tersebut adalah rehabilitasi dan modernisasi Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL).
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan air lindi sekaligus mencegah potensi pencemaran lingkungan, khususnya terhadap tanah dan air tanah di sekitar kawasan TPA.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, mengatakan perbaikan IPAL dilakukan dengan membenahi jalur aliran air lindi yang sebelumnya belum berfungsi secara maksimal.
Menurutnya, seluruh air lindi harus dapat mengalir melalui jalur yang tepat menuju kolam penampungan dan instalasi pengolahan agar proses pengolahan limbah cair berjalan optimal.
“Saat ini kami sedang memperbaiki instalasi lindi. Harapannya kolam lindi dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga pengelolaan limbah cair menjadi lebih optimal. Yang kami benahi sekarang bagaimana supaya lindi dapat mengalir melalui jalur yang benar menuju instalasi pengolahan,” ujar Nur Kholis.
Terapkan Pengolahan Bertahap
Dalam proses modernisasi tersebut, DLH Kabupaten Pasuruan juga menyiapkan metode pengolahan air lindi dengan kombinasi mekanis dan kimiawi sebagai tahap awal atau pre-treatment.
Metode kimiawi dilakukan dengan menggunakan bahan koagulan dan flokulan untuk mengikat serta mengendapkan partikel pencemar yang memiliki konsentrasi tinggi. Selanjutnya, endapan atau sludge dipisahkan dari fase cair melalui proses mekanis sebelum air memasuki tahapan pengolahan berikutnya.
Selain memperbaiki sistem pengolahan, DLH juga membangun saluran drainase baru menggunakan beton presisi U-Ditch. Saluran tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air lindi menuju fasilitas pengolahan.
“Pekerjaan sipil seperti pembangunan saluran, rolak, dan pengecoran lantai sudah sekitar 60 persen. Selanjutnya akan dilanjutkan pemasangan konstruksi baja,” jelasnya.
Penataan Fasilitas Pendukung
Pembenahan TPA Wonokerto tidak hanya difokuskan pada IPAL. DLH juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk meningkatkan kebersihan dan pengelolaan operasional TPA.
Salah satunya adalah rencana pemasangan jaring paranet untuk menahan sampah ringan agar tidak terbawa angin dan mencemari lingkungan sekitar.
Selain itu, akan dibangun pula fasilitas khusus untuk pencucian kendaraan operasional TPA. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebersihan armada sekaligus mencegah potensi limbah dari aktivitas pencucian kendaraan mencemari lingkungan.
Progres pekerjaan sipil di TPA Wonokerto saat ini terus berjalan dan telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut evaluasi pengelolaan TPA dan rekomendasi perbaikan infrastruktur.
Melalui rehabilitasi dan modernisasi IPAL serta penataan fasilitas pendukung, DLH Kabupaten Pasuruan berharap TPA Wonokerto dapat beroperasi lebih optimal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mencegah pencemaran tanah dan air serta menjaga kualitas lingkungan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
(Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















