Refleksi Pendidikan 2026, Bupati Probolinggo Tekankan Data Valid dan Penguatan 5 Kecerdasan untuk Dongkrak IPM
PROBOLINGGO, Narasiberita.co.id. – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo menggelar forum strategis bertajuk Refleksi Pendidikan: Membangun Budaya Mutu di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 insan pendidikan yang terdiri dari unsur PGRI, LP Ma’arif, Muhammadiyah, Kementerian Agama, kepala sekolah, dan guru.
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyamaan visi dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, yang membuka acara menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun peradaban.
Karena itu, setiap kebijakan pendidikan harus didasarkan pada data yang valid dan akurat.
“Kalau membangun jalan mungkin hanya beberapa bulan, membangun gedung beberapa tahun. Tetapi membangun peradaban membutuhkan pendidikan yang dikelola dengan baik. Karena itu saya selalu menekankan pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.
Menurut Gus Haris, pemerintah daerah perlu memiliki pemetaan yang jelas terkait jumlah guru, kondisi sekolah formal, persebaran madrasah dan pesantren, hingga penyebab anak putus sekolah. Dengan data yang akurat, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Haris juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ).
Menurutnya, peserta didik harus dibekali lima dimensi kecerdasan untuk menghadapi tantangan global.
Kelima kecerdasan tersebut meliputi IQ (Intelligence Quotient) sebagai fondasi kemampuan akademik, EQ (Emotional Quotient) untuk mengelola emosi dan membangun empati, SQ (Spiritual Quotient) sebagai landasan moral dan spiritual, AQ (Adversity Quotient) untuk membangun daya juang, serta CQ (Creativity Quotient) yang mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas.
Untuk mendukung penguatan lima kecerdasan tersebut, Pemkab Probolinggo menetapkan lima pilar utama yang harus dikembangkan di lingkungan sekolah dan keluarga, yakni peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan budaya literasi membaca, kolaborasi antara keluarga, sekolah dan masyarakat, pendidikan karakter berbasis moral dan keagamaan, serta penanaman pola pikir bertumbuh (growth mindset).
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Abd. Aziz Wahab, melaporkan bahwa selama satu semester terakhir pihaknya telah melakukan pengawasan ke 34 sekolah dan madrasah serta menggelar delapan kali forum diskusi internal.
Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan sejumlah sekolah yang telah berhasil menerapkan manajemen lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkarakter.
Namun demikian, masih terdapat satuan pendidikan yang perlu meningkatkan aspek kebersihan dan tata kelola sarana pendukung pembelajaran.
“Kami ingin setiap semester ada ruang refleksi bersama. Kita melihat apa yang sudah berubah, apa yang sudah diperbaiki, dan apa yang masih harus ditingkatkan. Tidak perlu mengeluh terhadap tantangan yang ada, mari kita jawab dengan kerja nyata dan kolaborasi,” ujar Aziz.
Forum refleksi pendidikan ini juga menghadirkan pemaparan dari Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, mengenai peran regulasi dinas dalam membangun budaya mutu pendidikan.
Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, turut menyampaikan materi tentang penguatan mutu pendidikan berbasis madrasah.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong peningkatan IPM daerah secara berkelanjutan.
(Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















