Nekat Bawa Senjata Tajam, 10 Pelajar Diduga Gengster Diciduk Tim Bonte Polres Rejang Lebong
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id. — narasiberita.co.id | Jajaran Satuan Samapta Polres Rejang Lebong kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui aksi sigap Tim Bonte, petugas berhasil menciduk 10 orang remaja yang masih berstatus sebagai pelajar SMA/SMK, Kamis malam (24/9/2026), sekitar pukul 22.30 WIB.
Kelompok remaja tersebut diamankan di Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, lantaran diduga kuat merupakan anggota gengster yang meresahkan warga.
Pengungkapan kasus ini berawal dari kepekaan dan laporan cepat yang dilayangkan oleh masyarakat sekitar.
Warga merasa gelisah dengan adanya perkumpulan pemuda dalam jumlah banyak di jam rawan yang berpotensi memicu tindakan kriminalitas jalanan.
Mendapatkan informasi tersebut, Tim Bonte Samapta Polres Rejang Lebong langsung bergerak cepat tanpa buang waktu menuju lokasi sasaran.
Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah berkumpul dan langsung melakukan pengamanan terukur untuk menghindari potensi perlawanan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari tangan kesepuluh pelajar tersebut, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan.
Selain 5 (lima) unit sepeda motor dan beberapa telepon genggam, petugas juga menemukan senjata tajam yang diduga kuat dipersiapkan untuk melakukan aksi kekerasan atau tawuran.
Saat ini, seluruh remaja beserta barang bukti telah digelandang ke Mapolres Rejang Lebong guna menjalani pemeriksaan mendalam serta proses pembinaan lanjutan melibatkan pihak sekolah dan orang tua.
Kepolisian mengimbau kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak di luar rumah, terutama pada malam hari.
Bagi masyarakat yang melihat atau mengalami gangguan keamanan di lingkungannya, diimbau untuk segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 yang siaga 24 jam.
(Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















