Langkah Ganda Lapas Curup: Tegakkan Disiplin Internal dan Pererat Kolaborasi Pembinaan Warga Binaan
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup memadukan pembenahan kedisiplinan internal dan penguatan jaringan eksternal untuk mengoptimalkan fungsi pemasyarakatan. Dua langkah strategis tersebut direalisasikan melalui rangkaian agenda yang berlangsung pada Senin (26/10/2026).
Di lingkungan internal, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, memimpin langsung apel pagi guna merapatkan barisan para pejabat struktural, pegawai, hingga peserta magang. Dalam arahannya, Untung mewajibkan seluruh jajaran untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan fondasi utama dalam bertugas.
Ketaatan terhadap aturan ini dinilai sangat krusial demi memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan aman, tertib, dan bebas dari gangguan keamanan.
Sementara itu, di luar tembok lapas, upaya mengembalikan warga binaan menjadi individu yang lebih baik juga terus diakselerasi melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Pada hari yang sama, Lapas Curup, yang diwakili oleh Kepala Urusan (Kaur) Umum, Fahmi Siswandi, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Yayasan Karunia Insani.
Yayasan Karunia Insani selama ini menjadi mitra strategis Lapas Curup dalam menyelenggarakan program pendidikan dan rehabilitasi. Sinergi ini dirancang khusus untuk membantu warga binaan menggali potensi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta menyiapkan mental mereka sebelum membaur kembali dengan masyarakat luas.
Kehadiran perwakilan lapas di acara tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap kesinambungan program bersama.
Dalam keterangan terpisahnya, Untung Cahyo Sidharto menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan dari pihak luar.
Melalui kolaborasi berkesinambungan dengan berbagai elemen masyarakat dan lembaga mitra, ia berharap seluruh program rehabilitasi dapat berlangsung lebih terarah dan humanis.
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal berharga bagi masa depan warga binaan.
(Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















