Harga Gurita di Natuna Tembus Rp95 Ribu per Kilogram, Nelayan Keluhkan Tangkapan Menurun
Natuna, Narasiberita.co.id. – Harga jual gurita atau yang akrab disebut duyek oleh masyarakat Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mengalami kenaikan menjadi Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas laut tersebut berada di kisaran Rp80.000 per kilogram.
Meski harga jual mengalami kenaikan, nelayan justru menghadapi tantangan berupa menurunnya hasil tangkapan. Pada musim ini, gurita relatif sulit ditemukan sehingga jumlah tangkapan nelayan belum maksimal.
Naen, salah seorang nelayan dari Kecamatan Bunguran Timur, mengatakan hasil tangkapan gurita saat ini mengalami penurunan dibandingkan biasanya.
“Biasanya kami bisa membawa pulang puluhan kilogram sekali melaut. Namun, untuk musim ini, tangkapan agak berkurang, hanya berkisar belasan kilogram saja,” ungkap Naen.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan. Pasalnya, kenaikan harga jual belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan jumlah hasil tangkapan.
Musim Gurita Diperkirakan Berlangsung hingga Desember
Kondisi serupa juga dibenarkan Jaiz, seorang pengepul gurita sekaligus warga Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan.
Berdasarkan pengalamannya, pada Oktober, ukuran gurita yang ditemukan di perairan Natuna umumnya masih relatif kecil. Nelayan diperkirakan baru bisa memperoleh gurita berukuran lebih besar pada November hingga Desember.
“Musim gurita biasanya dimulai dari bulan September hingga Desember. Nanti di bulan November dan Desember, ukurannya baru mulai besar-besar. Di saat itulah nelayan biasanya bisa kembali tersenyum karena sering mendapat tangkapan hingga puluhan kilogram,” kata Jaiz, Rabu (14/10/2026) malam.
Dengan kondisi tersebut, nelayan berharap hasil tangkapan meningkat seiring berjalannya musim gurita. Jika ukuran dan jumlah tangkapan membaik, pendapatan nelayan berpeluang ikut meningkat.
Harga Gurita Dibedakan Berdasarkan Kualitas
Sebagai pengepul yang juga kerap membantu permodalan nelayan binaannya, Jaiz menerapkan sistem harga bertingkat berdasarkan ukuran dan kualitas gurita yang dijual.
Berikut rincian harga gurita yang diterapkannya:
- Kualitas A: Rp90.000 per kilogram.
- Kualitas B: Rp80.000 per kilogram.
- Kualitas C: Rp70.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut disesuaikan dengan kualitas hasil tangkapan nelayan. Sistem ini menjadi salah satu acuan transaksi antara pengepul dan nelayan di wilayah tersebut.
Di tengah kondisi hasil tangkapan yang belum maksimal, Jaiz berharap para nelayan tetap menjaga keselamatan selama melaut dan mendapatkan hasil yang lebih baik pada bulan-bulan mendatang.
“Harapan saya untuk seluruh kawan-kawan nelayan, tetaplah berhati-hati saat bekerja dan selalu utamakan keselamatan di atas segalanya. Semoga cuaca selalu bersahabat dan rezeki kita semua dilimpahkan oleh Tuhan, Amin,” pungkasnya.
Kenaikan harga gurita di Natuna menjadi kabar baik bagi nelayan. Namun, peningkatan pendapatan masih bergantung pada jumlah tangkapan, ukuran gurita, serta kondisi cuaca selama musim penangkapan berlangsung.
(Zani)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















