BPPD Sidoarjo Sosialisasi Taxmon: Kejar Target 454 Alat Perekam Transaksi Pajak Elektronik di Juli 2026
Sidoharjo, Narasiberita.co.id- Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan transparansi dan akuntabilitas pajak daerah.
Langkah ini diwujudkan lewat perluasan pemasangan alat perekam transaksi usaha elektronik, Tax Monitoring System (Taxmon), pada objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
Guna menyamakan persepsi pemanfaatan teknologi tersebut, BPPD menggelar Sosialisasi Implementasi Taxmon di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (17/6/2026).
Forum edukasi ini diikuti oleh 100 perwakilan wajib pajak yang bergerak di sektor makanan dan minuman, perhotelan, jasa parkir, serta kesenian dan hiburan.
Kepala BPPD Kabupaten Sidoarjo, Noer Rochmawati, menegaskan bahwa penerapan inovasi teknologi informasi ini sama sekali tidak bertujuan untuk mengintervensi margin keuntungan atau menambah beban finansial bagi para pelaku usaha lokal.
Sebaliknya, sistem monitoring ini dihadirkan untuk menciptakan arena bermain yang adil (level playing field) di dunia usaha, serta meminimalisir potensi sengketa atau ketidakpastian pelaporan pajak.
“Taxmon bukan untuk menambah beban pelaku usaha, melainkan menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil serta memberikan kepastian dalam pemenuhan kewajiban perpajakan daerah,” jelas pejabat yang akrab disapa Ima tersebut.
Hingga pertengahan Juni 2026, sistem database BPPD mencatat sebanyak 361 titik Taxmon telah aktif terpasang dan terintegrasi dengan jaringan pemantau pemerintah daerah.
Saat ini, petugas di lapangan tengah memproses pemasangan 93 titik baru, dengan target kumulatif mencapai 454 titik terpasang sebelum akhir bulan Juli 2026.
Rincian Data Eksisting Pemasangan Alat Rekam Pajak (Juni 2026):
Sektor Makanan dan Minuman (Restoran/Kafe): 315 titik terpasang.
Sektor Jasa Parkir: 20 titik terpasang.
Sektor Kesenian dan Hiburan: 15 titik terpasang.
Sektor Jasa Perhotelan: 11 titik terpasang.
Indikator Capaian
Status Kondisi (Per 17 Juni 2026)
Target Akhir (Juli 2026)
Alat Terpasang
361 Titik PBJT
454 Titik PBJT
Proses Instalasi
93 Titik sedang berjalan
Rampung 100%
Metode Input
Transaksi Tercatat Elektronik
Sinkronisasi Otomatis Database BPPD
Output Utama
Transparansi & Akuntabilitas Usaha
Kepastian hukum pelaporan & optimalisasi PAD
Melalui komitmen pencatatan transaksi secara real-time ini, kebocoran potensi pajak daerah dapat ditekan secara signifikan.
Hasil dari optimalisasi penerimaan sektor PBJT ini nantinya akan dikembalikan langsung kepada masyarakat Sidoarjo dalam bentuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan publik. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















