Menko Pangan Zulkifli Hasan Kunjungi Bengkulu, Serap Aspirasi Petani Lewat Rembuk Tani
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu dengan meninjau langsung program ketahanan pangan serta menyerap aspirasi petani dalam kegiatan Rembuk Tani, yang digelar di area persawahan Jalan Danau, Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis nasional di daerah.
Melalui dialog terbuka, para petani diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, mulai dari tantangan produksi, distribusi hasil panen, hingga persoalan harga dan akses pasar.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah saat ini memberikan perhatian serius terhadap perbaikan infrastruktur irigasi yang dinilai menjadi kunci utama dalam mendukung produktivitas pertanian.
“Irigasi menjadi prioritas utama. Jika ada kerusakan, silakan disampaikan melalui pemerintah kabupaten atau kota, pasti akan diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyinggung persoalan alih fungsi lahan sawah yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, sejak tahun 2010 hingga 2019, terdapat sekitar 600 ribu hektare lahan sawah yang telah beralih fungsi.

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, lahan sawah yang telah beralih fungsi tersebut wajib diganti dengan luasan tiga kali lipat sebagai bentuk kompensasi.
“Saya ditunjuk melalui Perpres sebagai ketua tim alih fungsi lahan. Sawah yang berubah fungsi harus diganti tiga kali lipat. Saat ini kami terus melakukan pendataan,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Rembuk Tani ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan petani, serta menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian di daerah. (Nrl)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















