Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Gus Shobih Minta Santri Pasuruan Percaya Diri dan Optimistis

Foto/eka: Gus Shobih pimpin apel Santri Pasuruan Percaya Diri dan Optimistis

Pasuruan, Narasiberita.co.id- Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Kamis (22/10/2026) pagi.

Dalam momentum tersebut, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengajak seluruh santri agar semakin percaya diri, optimistis, dan bersemangat dalam menuntut ilmu.

Apel dipimpin oleh Shobih Asrori sebagai pembina apel. Sementara itu, Muh. Ubaidillah dari Menwa UNU Pasuruan bertugas sebagai pemimpin apel, sedangkan Adi Laksono dari Satkorcab Banser Kabupaten Pasuruan bertindak sebagai perwira apel.

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut mengisi rangkaian acara. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 dipercayakan kepada Wahyu Akbar Rahmadani dari PMII Komisariat UNU Pasuruan.

Selanjutnya, teks Ikrar Santri dibacakan oleh Mochammad Miftachul Choir dari PAC GP Ansor Pohjentrek, Resolusi Jihad dibacakan oleh Nur Khotib selaku anggota Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan, dan doa dipimpin oleh KH. Ma’sum Hasyim.

Usai apel, Shobih yang akrab disapa Gus Shobih menegaskan bahwa santri masa kini harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan keyakinan dan optimisme.

Menurutnya, keberadaan pesantren, santri, dan kiai semakin diperhitungkan dalam pembangunan bangsa, terlebih setelah hadirnya Undang-Undang Pesantren.

“Selama berpuluh-puluh tahun, keberadaan pesantren maupun pendidikan di dalamnya tidak pernah dianggap ada. Padahal, kontribusi kalangan pesantren untuk kemerdekaan NKRI dan kemajuan bangsa ini sangatlah besar. Dengan UU Pesantren, keberadaan ponpes sekarang sangat diperhitungkan,” katanya.

Gus Shobih juga menyampaikan bahwa pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berilmu dan berkarakter. Karena itu, ia mendorong para santri untuk tidak merasa rendah diri ketika berhadapan dengan masyarakat maupun saat menapaki berbagai bidang kehidupan.

Ia menilai, perjuangan untuk meraih kemajuan membutuhkan komitmen, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

Para santri diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, baik selama menempuh pendidikan di pondok pesantren maupun ketika kelak berkiprah di tengah masyarakat.

“Perjuangan tentunya tidak akan mudah tapi perlu adanya komitmen. Dan santri jangan minder, harus pede, optimistis karena minder adalah salah satu mental yang ketertinggalan. Lebih semangat lagi untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantrennya masing-masing,” harapnya.

Selain menekankan pentingnya kepercayaan diri, Gus Shobih mengajak santri menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga persatuan dan kerukunan, serta mendorong kemandirian ekonomi.

Santri juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Menurutnya, nilai-nilai agama harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang damai, menjaga alam, dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan,” tutupnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Pasuruan berharap para santri semakin bersemangat menuntut ilmu, berani mengambil peran dalam pembangunan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

(Eka)

Tinggalkan Balasan