Manajer B-LOG Kalbar Tolak Temui Wartawan Soal Kecelakaan Truk Perusahaan
PONTIANAK, Narasiberita.co.id. — Sikap menutup diri yang ditunjukkan oleh Manajer PT B-LOG (rebranding dari PT Trimitra Trans Persada Tbk) Cabang Kalimantan Barat, Yuda Parmana, menuai sorotan tajam.
Pasalnya, sang manajer secara terang-terangan menolak permintaan konfirmasi tatap muka maupun klarifikasi langsung dari wartawan mengenai insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada truk milik perusahaannya.
Berdasarkan bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dihimpun awak media, Yuda Parmana melayangkan penolakan singkat kepada wartawan yang berniat melakukan fungsi kontrol sosial dan jurnalisme berimbang. Ia justru melempar urusan tersebut ke alamat surat elektronik (email) korporat.
“Selamat pagi, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada bapak. Mohon maaf sebelumnya saya tidak berkenan untuk ditemui dan memberikan keterangan apapun, jika ada pertanyaan dapat disampaikan melalui email berikut,” tulis Yuda dalam pesan WhatsApp tersebut.
Sikap plin-plan ini dipertanyakan oleh awak media. Pasalnya, sebelum penolakan tersebut dikirimkan, wartawan telah mendapatkan arahan untuk datang langsung ke kantor B-LOG Kalbar. Namun, begitu wartawan hendak bersilaturahmi dan melakukan konfirmasi resmi, akses pertemuan justru mendadak ditutup rapat.
Diduga Ada Upaya Pembatasan Informasi Kecelakaan
Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa komunikasi yang diupayakan oleh wartawan berkaitan erat dengan insiden kecelakaan kerja yang melibatkan dua orang pengemudi (driver) truk logistik B-LOG. Ironisnya,
muncul selentingan kabar dari pihak internal atau sumber terkait (Screenshot) yang menginstruksikan agar informasi mengenai kecelakaan tersebut ditutupi dan tidak boleh disebarluaskan (di-share) ke publik.
“Izin pak, saya ingin konfirmasi terkait kecelakaan dari driver yang dua orang dan dari SS menyebutkan tidak boleh di-share, apa itu benar pak?” tanya wartawan di dalam ruang obrolan WhatsApp tersebut.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Yuda Parmana sama sekali tidak memberikan jawaban substantif. Ia memilih mendiamkan pertanyaan krusial tersebut tanpa memberikan kejelasan mengenai nasib kedua supir maupun pertanggungjawaban perusahaan atas kecelakaan armada mereka.
Konfirmasi Identitas dan Aturan Pemberitaan
Kepastian mengenai status Yuda Parmana sebagai pucuk pimpinan B-LOG di wilayah Kalimantan Barat juga diperkuat oleh keterangan dari seorang pihak luar bernama Ali Pontianak, serta perwakilan perusahaan bernama Rhido. Rhido membenarkan posisi strategis Yuda di PT B-LOG Cabang Kalbar.
Di sisi lain, sempat terjadi komunikasi intensif antara wartawan dan Rhido terkait mekanisme perlindungan identitas sumber informasi dalam pemberitaan ini. Rhido menyepakati agar nama-nama informan tertentu disamarkan menggunakan inisial demi menjaga keamanan dan kode etik jurnalistik, mengingat sensitifnya kasus kecelakaan yang melibatkan perusahaan logistik berskala nasional ini.
Menabrak Keterbukaan Informasi Publik
Aksi bungkam dan penolakan untuk ditemui langsung ini sangat disayangkan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan memiliki hak dan kewajiban hukum untuk mendapatkan keterangan langsung dari para pihak yang terlibat suatu persoalan agar berita yang disajikan ke ruang publik tidak sepihak (cover both sides).
Walau menutup komunikasi via WhatsApp, Yuda Parmana setidaknya memberikan jalur alternatif melalui email perusahaan. Publik kini menunggu apakah PT B-LOG akan memanfaatkan ruang tersebut untuk memberikan klarifikasi tertulis yang jujur, atau tetap memilih bungkam atas insiden kecelakaan armada yang melibatkan nyawa pekerja mereka. (Zani)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















