Bupati Cen Sui Lan Tegaskan Natuna Adalah Wajah Indonesia di Batas Negara

UNatuna, Narasiberita.co.id.  — Bupati Natuna, Cen Sui Lan, kembali menyuarakan komitmen dan harapan besar terkait percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.

Di hadapan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Arif Havas Oegroseno, Cen Sui Lan menegaskan bahwa Kabupaten Natuna bukan sekadar daerah terluar yang terisolasi, melainkan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus pintu gerbang utama ekonomi maritim nasional.

Pernyataan bersuara lantang tersebut disampaikan Cen Sui Lan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Wamenlu RI dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Jalan Batusisir, Bukit Arai, Rabu (26/8/2026).

Rapat yang berlangsung tertutup itu mengusung tema strategis, “Natuna Beranda Terdepan NKRI dan Gerbang Ekonomi Maritim Indonesia”.

Pembahasan difokuskan secara mendalam pada penguatan kedaulatan negara, konektivitas antarpulau, kesejahteraan masyarakat, hingga potensi kerja sama internasional di kawasan perbatasan laut.

Dalam pemaparannya, Cen Sui Lan menjabarkan peta geografis Natuna yang bersinggungan langsung dengan jalur pelayaran internasional dan sejumlah negara tetangga. Posisi geopolitik yang sensitif ini dinilai harus menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah pusat dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Bagi Cen Sui Lan, membangun Natuna tidak boleh hanya terpaku pada proyek fisik. Kualitas hidup masyarakat lokal di perbatasan harus diperkuat secara ekonomi agar mereka mampu menjadi benteng sosial yang kokoh bagi kedaulatan NKRI.

“Masyarakat adalah bagian penting dalam menjaga wilayah perbatasan. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama. Penguatan ini wajib berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi kelautan, investasi, pariwisata, pendidikan, serta kesehatan dasar,” cetus Cen Sui Lan di hadapan Wamenlu.

Pasar JICA Capai Progres 49 Persen
Sebagai salah satu bukti keseriusan pemda dalam menggerakkan roda ekonomi hilir, Bupati turut memaparkan proyek prestisius pembangunan Pasar JICA. Infrastruktur ekonomi ini dilaporkan telah mencapai progres fisik sekitar 49 persen semenjak pertama kali dikerjakan pada 4 Desember 2025 lalu.

Pasar modern tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli eceran, melainkan episentrum baru yang mampu menstimulus pergerakan ekonomi makro bagi masyarakat Natuna secara berkelanjutan.

Kendati berbagai program pembangunan lokal sedang berjalan, Cen Sui Lan mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Natuna memiliki keterbatasan yang nyata. Oleh sebab itu, momentum Rakor bersama Kemenlu ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menitipkan sejumlah proposal harapan kepada pemerintah pusat.

Usulan tersebut mencakup penguatan sektor pertahanan-keamanan, peningkatan armada dan rute konektivitas laut-udara, serta pembukaan keran investasi global di sektor perikanan dan pariwisata.

“Natuna ini memiliki posisi yang terlalu strategis untuk sekadar dipandang sebagai wilayah terluar administratif. Natuna adalah wajah terdepan Indonesia.

(Nb)

Tinggalkan Balasan