Viral! Kabut Asap, Dinkes Natuna Sebarkan 10.000 Masker ke 17 Kecamatan
Natuna, Narasiberita.co.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna, bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk penurunan kualitas udara akibat fenomena kabut asap.
Sebanyak 10.000 lembar (pcs) masker telah disiapkan dan mulai disebarkan secara masif melalui jaringan pelayanan kesehatan hingga ke 17 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Natuna.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, menegaskan bahwa pembagian masker ini merupakan langkah instruksional awal dari pemerintah daerah guna memitigasi risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat.
“Masker sudah kita sebarkan sebanyak 10.000 pcs ke 17 kecamatan yang ada di Natuna,” ujar Hikmat kepada wartawan saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Kantor Camat Bunguran Selatan, Jumat sore (28/8/2026).
Perlindungan Dini di Tengah Polusi Udara
Bagi pemerintah daerah, ketersediaan masker di tingkat tapak menjadi hal yang sangat krusial.
Di tengah ancaman sebaran kabut asap yang fluktuatif, benda sederhana tersebut menjadi benteng pertama untuk mengurangi paparan langsung partikel debu dan asap berbahaya ke dalam organ pernapasan warga.
Meski demikian, Hikmat menyadari bahwa penanganan dampak kabut asap tidak boleh berhenti pada aksi bagi-bagi masker saja. Diperlukan pengawasan yang berbasis pada data riil kualitas udara di lapangan.
Puskesmas Diinstruksikan Siaga dan Pantau Kualitas Udara
Guna memastikan penanganan yang terukur, Hikmat telah meminta seluruh jajaran fasilitas kesehatan, terutama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di masing-masing kecamatan, untuk aktif melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekitar.
“Jajaran kesehatan di kecamatan harus memantau kondisi udara sekaligus memperhatikan tren dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Langkah pengawasan ketat ini dinilai sangat penting mengingat konsentrasi ketebalan kabut asap dapat berubah dalam waktu singkat akibat faktor arah angin dan cuaca.
Dinkes Natuna menegaskan, apabila konsentrasi asap terus meningkat hingga masuk ke dalam kategori berbahaya bagi kesehatan, pemerintah daerah akan segera mengambil kebijakan penanganan medis yang lebih jauh dan terintegrasi.
(MZ)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















