Pembunuhan Lansia di Rejang Lebong: Pria 73 Tahun Tewas Ditusuk Anak Kandung
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Peristiwa tragis menyelimuti warga Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Senin (3/8/2026) pagi.
Seorang petani lanjut usia, Arifin A (73), tewas bersimbah darah setelah mengalami luka tusuk serius di dapur rumahnya. Pelaku penganiayaan berat ini diduga kuat merupakan anak kandung korban sendiri, Sahrun (38).
Kejadian memilukan tersebut pertama kali terkuak sekitar pukul 08.30 WIB. Keheningan permukiman warga pecah saat Sopri (59), seorang tetangga korban, mendengar teriakan histeris meminta tolong dari arah rumah Arifin. Merasa ada yang tidak beres, Sopri lantas memanggil warga lain untuk memeriksa kondisi di dalam rumah.
Istri korban, Robiyah (71), bersama dua warga setempat, Kamal (35) dan Zulkifli (33), bergegas masuk. Mereka mendapati Arifin sudah tergeletak tak berdaya di lantai dapur dengan luka parah di sejumlah bagian tubuh.
Warga dan pihak keluarga langsung berupaya mengevakuasi korban ke Puskesmas Kota Padang.
Namun, akibat pendarahan hebat yang dialaminya, nyawa Arifin tidak tertolong dan ia mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut.
Tak lama setelah menerima laporan warga, jajaran Polsek Kota Padang bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan para saksi. Polisi bergerak sigap meringkus terduga pelaku tanpa perlawanan berarti.
Kapolsek Kota Padang, Iptu Medi Azwar, S.H., mewakili Kapolres Rejang Lebong, membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan fatal yang melibatkan anggota keluarga inti ini.
“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami luka tusuk akibat benda tajam di bagian kepala serta leher sebelah kanan dan kiri,” ujar Iptu Medi Azwar, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, terduga pelaku beserta barang bukti yang digunakan saat aksi penganiayaan sudah berhasil disita oleh petugas.
“Terduga pelaku atas nama Sahrun, yang merupakan anak kandung korban, sudah kami amankan di Polsek Kota Padang beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dapur. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pasti di balik aksi nekat ini,” tegasnya.
Guna mengantisipasi dampak psikologis dan potensi konflik antaranggota keluarga pasca-kejadian, Iptu Medi Azwar memimpin langsung giat sambang duka ke rumah korban di Desa Lubuk Mumpo pada pukul 11.00 WIB.
Didampingi sejumlah personel, yakni Aiptu Nasim, Aiptu Widi, Aiptu Sigalingging, dan Brigpol Tomi J, Kapolsek menemui keluarga besar korban dan terduga pelaku untuk memberikan pendampingan serta imbauan kamtibmas. Langkah preventif ini diambil agar tidak timbul aksi main hakim sendiri atau gejolak susulan.
“Kami hadir di tengah keluarga besar untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mengimbau agar kedua belah pihak dapat menahan diri, bersabar, dan tidak melakukan tindakan-tindakan emosional yang justru memicu persoalan baru,” ungkap Iptu Medi.
Pendekatan persuasif kepolisian tersebut disambut kooperatif oleh pihak keluarga. Kedua belah pihak bersepakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan penanganan perkara ini kepada aparat kepolisian.
Hingga Senin siang, situasi di sekitar lokasi kejadian dan puskesmas dilaporkan kondusif. Sejumlah personel kepolisian masih disiagakan untuk mengawal proses visum jenazah serta memastikan keamanan wilayah tetap terjaga, sembari penyidik merampungkan berkas perkara tindak pidana ini.
(Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















