Ketua Aliansi SPSBB Rendra Ginting Soroti Persoalan Parkir di Alfamart, Sebut 150 Juru Parkir Kehilangan Pekerjaan

Image/ketua aliansi serikat pekerja/buruh kota bengkulu Rendra Ginting (19/08/2026)

Bengkulu, Narasiberita.co.id. Ketua Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu, Rendra Ginting, menyoroti persoalan juru parkir di sejumlah gerai Alfamart di Kota Bengkulu yang dinilai berdampak terhadap keberlangsungan pekerjaan para juru parkir.

Rendra menyebut, terdapat sekitar 150 juru parkir yang saat ini terdampak karena tidak lagi mendapatkan lokasi untuk bekerja di area Alfamart.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah maupun pihak terkait karena menyangkut keberlangsungan hidup para pekerja dan keluarganya.

Alfamart ini tidak diparkir sehingga ada sekitar 150 orang parkir yang menjadi pengangguran. Kita tidak dapat bekerja. Bagaimana mereka bisa bekerja kembali di Alfamart?” ujar Rendra di Hotel Latansa Bengkulu, Rabu (19/8/2026).

Rendra mengatakan, persoalan tersebut akan menjadi salah satu perhatian Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu dalam memperjuangkan hak dan kepentingan para pekerja.

Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi komunikasi antara para juru parkir dengan pihak terkait agar ditemukan solusi yang tidak merugikan pekerja.

Menurutnya, para juru parkir juga memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rendra menegaskan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan mengkaji persoalan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami ingin pekerja bisa kembali bekerja dan hak-hak mereka diperhatikan. Ini yang akan kami perjuangkan,” tegasnya.

Persoalan juru parkir tersebut menambah sejumlah isu ketenagakerjaan yang menjadi perhatian Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu.

Sebelumnya, aliansi juga menyoroti persoalan perubahan Surat Perintah Tugas (SPT) juru parkir serta mendorong pembahasan tingkat upah pekerja bongkar muat melalui mekanisme tripartit.

Rendra berharap berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan melibatkan pemerintah, pekerja, serta pihak pengusaha.

(Nb)

Tinggalkan Balasan