Angkat Identitas Lokal, Nurita Batik Cangkringmalang Transformasikan Daun Lontar Menjadi Motif Batik Unggulan Pasuruan

Pasuruan, Narasiberita.co.id- Sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan terus melahirkan inovasi berbasis kearifan lokal (local wisdom). Terinspirasi dari vegetasi teritorial di wilayah Kecamatan Beji, Nurita Iza Rosdiany, seorang perajin batik asal Desa Cangkringmalang, sukses mentransformasikan anatomi daun pohon lontar (siwalan) menjadi motif batik tulis kontemporer yang bernilai ekonomi tinggi.

​Saat ditemui di galeri sekaligus rumah produksinya pada Senin (22/6/2026), Nurita mengungkapkan bahwa pemilihan motif komoditas ini bukan sekadar mengejar aspek estetika visual.

Pohon lontar, yang tumbuh subur secara endemik di klaster pedesaan Beji khususnya Desa Gunungsari merupakan simbol ketahanan ekonomi sosiologis masyarakat setempat yang hidup dari hasil sadapan nira (legen) dan buah siwalan.

​Secara struktural, karakteristik daun lontar memberikan keunikan tersendiri saat dituangkan ke atas kain mori menggunakan canting. Nurita memanfaatkan bentuk geometris alami daun tersebut untuk menciptakan diferensiasi produk di pasar batik nasional.

​Karakteristik Produk Nurita Batik:

​Morfologi Unik: Daun lontar memiliki bentangan lebar dengan ujung-ujung lancip yang simetris, menghasilkan pola repetisi (pattern) yang dinamis dan elegan pada kain.
​Representasi Sosiologis: Motif ini didedikasikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pohon lontar yang menjadi penopang hidup dan urat nadi perekonomian warga Beji.

​Diversifikasi Produk Hilir: Tidak sebatas kain lembaran, galeri Nurita Batik telah melakukan hilirisasi produk menjadi baju pesta, kebaya, jas, sandal, sepatu, bantal, dompet, tas, hingga payung batik.

​Sertifikasi Jaminan Mutu: Seluruh produk sandang dan kriya yang keluar dari rumah produksi ini telah bersertifikat halal resmi, menjamin kebersihan proses dari hulu ke hilir.
Fase Perkembangan Usaha

Proses Transformasi Kapasitas SDM

Capaian Volume & Jangkauan Pasar

Inkubasi Kompetensi

(Pemberdayaan CSR)

Mengikuti program pelatihan membatik intensif selama 5 tahun yang diinisiasi oleh korporasi lokal, PT Sorini Towa Berlian Corporindo.

Berhasil menguasai teknik mencanting tradisional secara presisi dari tingkat dasar hingga mahir.

Penetrasi Pasar Nasional

(Ekspansi Sektoral)

Mengikuti pameran strategis skala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian terkait di Jakarta.

Mendapat respons positif dari kurator dan konsumen nasional karena dinilai membawa kebaruan motif (new arrival motif).

Dalam mengeksekusi setiap goresan lilin malam, Nurita dibantu oleh sejumlah tenaga kerja lokal yang berasal dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Langkah pemberdayaan ini sekaligus menjadi komitmen Nurita dalam menjaga orisinalitas proses membatik tradisional yang dikerjakan dengan standar ketelitian tinggi.

​Prinsip Produksi Nurita Batik:

​”Bagi kami, membatik itu lebih dari sekadar menciptakan kain bercorak dari goresan canting. Ada curahan cinta, konsistensi, dan dedikasi di setiap polanya agar menghasilkan kain berkualitas tinggi yang diminati semua kalangan.”

​Melalui kombinasi antara ketahanan budaya dan manajemen bisnis yang adaptif, Nurita Batik kini menjadi salah satu ikon produk unggulan (one village one product) dari Kecamatan Beji.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan dapat terus memberikan ruang afirmasi, baik berupa stimulus pemodalan maupun fasilitasi pameran multilateral, guna mendorong batik daun lontar ini merambah pasar ekspor internasional. (Eka)

Tinggalkan Balasan