Dorong Ketahanan Pangan, BI Bengkulu Bantu Alsintan dan Sarana Pertanian

Bengkulu, Narasiberita.co.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian bagi petani di Provinsi Bengkulu.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa combine harvester atau mesin panen padi modern kepada petani di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Mukomuko, Jumat (23/10/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong produktivitas petani, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dalam budidaya padi.

“Pemberian bantuan combine harvester ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mempercepat proses panen, serta menekan biaya produksi dan kebutuhan tenaga kerja,” demikian tujuan program bantuan tersebut.

Penggunaan mesin panen modern diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses panen sehingga petani dapat mengoptimalkan hasil produksi dan meningkatkan daya saing usaha pertanian.

Selain combine harvester, KPw BI Bengkulu juga memberikan dukungan berupa traktor besar, hand tractor, dan kultivator untuk menunjang kegiatan pengolahan lahan pertanian.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan tanaman pangan, khususnya padi, serta komoditas hortikultura, termasuk cabai dan bawang merah.

Melalui dukungan alat pertanian tersebut, petani diharapkan dapat mengolah lahan dengan lebih efektif, menghemat waktu kerja, dan meningkatkan efisiensi kegiatan budidaya.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, KPw BI Bengkulu juga memberikan perhatian terhadap pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya kopi.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan sarana produksi berupa mesin colour sorter untuk penyortiran biji kopi berdasarkan warna dan mesin roasting untuk proses penyangraian kopi.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengolahan kopi, menjaga konsistensi mutu produk, serta memberikan nilai tambah bagi komoditas kopi Bengkulu.

“Dukungan sarana pengolahan seperti mesin colour sorter dan roasting diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk kopi sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik,” menjadi tujuan pengembangan sarana hilirisasi tersebut.

Pengembangan hilirisasi kopi diharapkan dapat memperkuat rantai nilai komoditas unggulan daerah, mulai dari proses produksi hingga pengolahan menjadi produk siap dipasarkan.

Selain sektor pertanian dan hilirisasi kopi, KPw BI Bengkulu juga mendorong pengembangan wakaf produktif melalui kegiatan usaha yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Pengembangan wakaf produktif diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan komoditas pangan di daerah.

Melalui pengembangan usaha produktif, aset wakaf diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat penerima manfaat.

Penulis: Nrl

Tinggalkan Balasan