Dorong Hilirisasi dan Ekspor, Pemprov Bengkulu Bidik Investor Internasional

Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Mian saat memberikan sambutan di acara BRIEF 2026 (image/Nova)

Bengkulu, Narasiberita.co.id.  — Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat promosi investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kegiatan Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026, Pemprov Bengkulu menawarkan 13 proyek investasi unggulan kepada investor nasional maupun internasional.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan BRIEF 2026, Senin (12/10/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, pemilik proyek, calon investor, dan mitra usaha guna memperkuat kerja sama investasi serta perdagangan.

Mian mengatakan, Provinsi Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor industri pengolahan, perkebunan, pariwisata, energi, dan infrastruktur.

Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui investasi dan hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Investasi menjadi kunci untuk memperkuat kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, dan mendorong transformasi struktur ekonomi Bengkulu yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Mian.

Ia menjelaskan, realisasi investasi Provinsi Bengkulu hingga triwulan II 2026 telah mencapai Rp2,85 triliun atau 49,67 persen dari target tahunan sebesar Rp5,75 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Bengkulu berkomitmen menjaga iklim usaha yang kondusif, memperkuat infrastruktur, serta memberikan kepastian perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu.

Pemprov Bengkulu juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan dunia usaha guna memastikan kesiapan proyek serta memberikan pelayanan yang responsif kepada investor.

Dalam forum tersebut, Pemprov Bengkulu menyiapkan 13 proyek investasi unggulan yang akan dipromosikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Sejumlah proyek yang menjadi perhatian antara lain pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai, pembangunan Laguna Waterpark Resort di Kabupaten Kaur, serta pengolahan kopi robusta Kepahiang.

Selain itu, pengembangan industri hilir berbasis komoditas perkebunan juga menjadi prioritas, terutama kelapa sawit yang memiliki potensi besar di Provinsi Bengkulu.

Mian menyebutkan, produksi crude palm oil (CPO) di Bengkulu mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Potensi ini diharapkan dapat menarik investor untuk mengembangkan industri pengolahan lanjutan, termasuk pembangunan pabrik biodiesel.

Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Pemerintah daerah terus mendorong agar potensi yang kita miliki dapat dikembangkan melalui investasi, sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mendukung pengembangan investasi, Pemprov Bengkulu turut mendorong peningkatan konektivitas dan infrastruktur guna memperlancar distribusi barang serta meningkatkan daya saing produk daerah.

Upaya tersebut mencakup rencana pengembangan konektivitas kereta api yang menghubungkan kawasan Pulau Baai hingga Tebing Tinggi, serta mendorong keberlanjutan pembangunan jalan tol yang telah mencapai kawasan Taba Penanjung.

Di sektor perkebunan, Pemprov Bengkulu juga mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam memperluas akses pasar produk unggulan daerah, termasuk melalui ekspor kopi Bengkulu ke Italia.

Mian menilai, keberhasilan menembus pasar internasional harus diikuti dengan penguatan promosi dan peningkatan kualitas produk agar kopi Bengkulu semakin dikenal di pasar global.

“Selama ini Bengkulu punya kopi, tetapi Lampung yang punya nama. Sekarang Bengkulu punya kopi, Bengkulu punya nama,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan industri pengolahan dan perluasan pasar ekspor dapat berjalan beriringan sehingga memberikan manfaat bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.

BRIEF 2026 juga dihadiri mitra usaha dan perwakilan dari sejumlah negara, di antaranya Belarus, Palestina, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, Malaysia, dan Tunisia.

Kehadiran mitra internasional tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama baru, memperluas jaringan perdagangan, serta meningkatkan minat investasi di Provinsi Bengkulu.

Pemprov Bengkulu menegaskan keterbukaannya terhadap investor yang ingin mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya daerah.

Mian juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempromosikan peluang investasi di Bengkulu.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapan proyek, memperkuat sinergi, dan memberikan pelayanan yang profesional agar promosi investasi dapat berlanjut menjadi komitmen dan realisasi usaha.

Melalui BRIEF 2026, Pemprov Bengkulu berharap berbagai potensi daerah dapat dikembangkan menjadi investasi produktif yang membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Nrl

Tinggalkan Balasan