Gula Pasir Langka di Natuna, Pelaku UMKM Keluhkan Usaha Terhambat dan Omzet Merosot

Natuna, Narasiberita.co.id.  — Komoditas gula pasir di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dilaporkan kian sulit didapatkan di warung-warung pengepul maupun toko eceran.

Kelangkaan yang sudah berlangsung cukup lama ini mulai memukul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang sangat bergantung pada bahan baku tersebut.

Akibat pasokan yang tersendat, para pedagang kecil kini mengeluh karena aktivitas produksi dan usaha harian mereka menjadi sangat terhambat.

Salah seorang warga Kecamatan Bunguran Timur, Sari (34), menceritakan langsung dampak nyata dari krisis gula pasir ini. Wanita yang sehari-hari mengandalkan pencaharian di dunia kuliner ini mengaku pendapatannya menurun drastis dalam beberapa minggu terakhir.

“Saya jualan minuman air rasa untuk anak-anak di sekolah. Karena gula susah dicari, penjualan saya beberapa minggu ini mengalami penurunan yang sangat drastis,” keluh Sari saat ditemui di kantin salah satu sekolah di Kota Ranai, Selasa (11/8/2026).

Jeritan Pedagang Kecil di Perbatasan
Kondisi Sari mewakili suara hati banyak pelaku usaha mikro lainnya di Ranai dan sekitarnya. Bagi pedagang minuman dan makanan manis skala kecil, gula pasir merupakan urat nadi usaha.

Tanpa adanya kepastian pasokan, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual yang berisiko ditinggal pembeli, atau berhenti berproduksi sementara waktu.
Sebagai daerah kepulauan dan beranda terdepan Indonesia, ketergantungan Natuna pada pasokan barang dari luar daerah memang cukup tinggi.

Ketika jalur logistik laut terhambat atau kuota pasokan berkurang, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Desak Pemerintah Segera Ambil Tindakan
Mengingat kondisi ini sudah berlangsung berminggu-minggu tanpa ada tanda-tanda normal kembali, warga dan pelaku usaha sangat berharap adanya langkah konkret dari otoritas terkait.

“Harapan saya dan mungkin pedagang lain sama, pemerintah setempat bisa segera mengatasi kelangkaan ini. Tolong carikan solusinya supaya gula pasir mudah didapat lagi di warung-warung dengan harga normal,” pungkas Sari.

(Red)

Tinggalkan Balasan