Demi Keselamatan Anak Sekolah dan Petani, Warga Kabawetan Perbaiki Jalan Provinsi dengan Dana Swadaya

Image/Febi wartawan kepahiang

Kepahiang, Narasiberita.co.id. – Pagi belum sepenuhnya beranjak siang ketika ratusan warga mulai memadati ruas jalan yang menghubungkan Tangsi Duren hingga Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebagian membawa parang untuk menebas semak yang menutupi badan jalan dan sebagian lainnya sibuk mengangkut batu koral, menyiram aspal cair, lalu menambal satu per satu lubang yang selama ini menjadi ancaman bagi para pengguna jalan.

Tampak semangat gotong royong sekitar 100 warga dari berbagai desa se-kecamatan Kabawetan memperbaiki jalan provinsi yang sudah sekitar lima tahun tak kunjung direhab.

Dijalur akses penghubung antar desa sepanjang enam kilometer tersebut terdapat ratusan lubang yang mengancam pengendara sayuran mentah, anak-anak sekolah dan pengunjung wisata di Kecamatan Kabawetan.

Ketua pelaksana kegiatan, Surono (48), warga Desa Mekar Sari, mengatakan gotong royong diawali dengan membersihkan bahu jalan yang mulai tertutup semak sebelum dilanjutkan dengan penambalan jalan berlubang menggunakan aspal hotmix.

“Hari ini pertama kami melakukan tebas bayang atau pembersihan jalan dari Tangsi Duren hingga Bogor Baru karena sudah banyak tanaman yang masuk ke badan jalan. Setelah itu kami membersihkan lubang dan menambalnya dengan aspal hotmix,” ucap Surono pada Senin (27/7/2026).

Ia memperkirakan terdapat sekitar 200 lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut.

Menurut Surono, kondisi jalan yang rusak sudah lama dikeluhkan masyarakat karena sering memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan para pelajar yang melintas setiap hari.

“Sudah banyak kejadian kecelakaan, baik pengunjung maupun anak-anak sekolah. Selain itu, kendaraan angkutan sayur juga sering patah as ketika masuk lubang, sehingga aktivitas jual beli menjadi terganggu,” kata Surono.

Oleh sebab itu masyarakat yang sudah resah dan khawatir memilih untuk memperbaiki jalan rusak tersebut secara mandiri.

Warga desa se-Kecamatan Kabawetan, pemilik gudang sayur, hingga warung manisan ikut menyisihkan rezekinya secara sukarela.

Selain itu, bantuan juga datang dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edward Samsi dan Rizki Heri Aji Suwela serta anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Dwi Pratiwi Nur Indah Sari.

“Total dana yang terkumpul kurang lebih Rp 15 juta. Uang itu digunakan untuk membeli empat ton aspal hotmix, satu dump truk batu koral, satu drum aspal cair, minyak, dan konsumsi untuk para peserta gotong royong,” ungkap Surono.

Hingga sore hari, warga masih bergantian menambal jalan sambil menunggu pasokan aspal susulan yang didatangkan dari Kabupaten Rejang Lebong. (febyadedo)

Tinggalkan Balasan