Diduga Intimidasi Pedagang, Oknum Ketua Pokdarwis Pantai Zakat Kian Meresahkan
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Dugaan aksi intimidasi yang dilakukan oknum Ketua Pokdarwis Pantai Zakat berinisial AU kembali mencuat.
Setelah sebelumnya terseret kasus dugaan perampasan ponsel milik wartawati, AU kini diduga melakukan tekanan terhadap pedagang kecil di kawasan tersebut.
Salah satu pedagang keliling, Ernadi, mengaku mengalami pemalakan berupa iuran sebesar Rp50 ribu pada Minggu (29/3/2026). Namun, ia menyebut persoalan tidak berhenti pada pungutan tersebut.
Ernadi mengungkapkan dirinya juga diduga dipaksa untuk menghapus video yang menjadi bukti perampasan ponsel.
Ia bahkan diancam tidak diperbolehkan berjualan jika tidak menuruti permintaan tersebut.
“Saya disuruh datang untuk menghapus video itu. Kalau tidak, saya tidak boleh jualan lagi,” ujar Ernadi saat mendatangi kantor redaksi, Rabu (1/4/2026).
Tidak hanya itu, Ernadi menyebut tekanan yang diterimanya diduga melibatkan lebih dari satu orang.
Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Pokdarwis disebut ikut melakukan intimidasi, sehingga memunculkan dugaan adanya praktik yang terorganisasi di kawasan wisata tersebut.
Kondisi ini dinilai tidak lagi sekadar persoalan iuran liar, tetapi sudah mengarah pada tindakan pemaksaan dan ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat kecil.
Situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan rasa takut, baik bagi pedagang maupun jurnalis yang melakukan peliputan.
Sejumlah pihak pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas guna menghentikan dugaan praktik intimidasi tersebut.
Penindakan dinilai penting agar kawasan wisata tetap aman dan tidak dikuasai oleh oknum yang bertindak di luar ketentuan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut. (NH)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















