RUPS 2025: Aset Bank Bengkulu Tumbuh 8,06 Persen, Laba Naik 34,70 Persen
Bengkulu, Narasiberita.co.id.– Di tengah dinamika ekonomi global serta tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menunjukkan resiliensi yang solid dengan mencatatkan kinerja keuangan yang tumbuh positif sepanjang tahun buku 2025.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan laporan keuangan, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun atau tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengapresiasi kinerja positif tersebut dan berharap Bank Bengkulu terus berkontribusi dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, kita optimistis Bank Bengkulu akan semakin memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mitra pembangunan yang tepercaya, serta institusi perbankan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Helmi Hasan.
Kepada awak media, Helmi Hasan juga mengungkapkan bahwa dalam RUPS tersebut turut dibahas usulan calon Komisaris Independen Bank Bengkulu.
“Tadi juga diusulkan dua nama untuk posisi Komisaris Independen, yaitu Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Risman,” singkatnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 penyaluran kredit Bank Bengkulu meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun.
“Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar atau tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024,” jelas Iswahyudi.

Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap terjaga pada level sehat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,11 persen. Adapun posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun.
Iswahyudi menegaskan, dukungan terhadap sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap menjadi prioritas utama Bank Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat guna menghadapi tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global.
“Kolaborasi ini mempertegas peran Bank Bengkulu dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” pungkasnya. (NH)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















