Tragedi Minggu Siang: Menguak Teka-teki Kematian Bayi Laki-laki di Gunung Agung, Kepahiang
Kepahiang, Narasiberita.co.id | Pihak kepolisian Kepahiang saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk mengurai benang merah di balik melayangnya nyawa seorang bayi laki-laki.
Ketenangan akhir pekan warga Desa Gunung Agung mendadak berubah menjadi duka sekaligus tanda tanya besar pada Minggu (10/5/2026).
Mewakili Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama, S.Trk., S.I.K., membenarkan adanya insiden memilukan yang kini tengah menjadi sorotan tersebut. Pihaknya memastikan proses investigasi mendalam sedang berjalan.
“Memang betul ada temuan bayi laki-laki dalam kondisi tak bernyawa. Apa yang menjadi pemicu kematiannya, itu yang saat ini sedang kami selidiki lebih lanjut,” tegas Iptu Bintang.
Jika ditarik mundur, tragedi ini mulai terungkap sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu, warga yang menemukan sang bayi dalam kondisi mencurigakan langsung bergerak cepat melapor ke Polres Kepahiang. Tanpa membuang waktu, tim kepolisian langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyisir lokasi dan mengevakuasi korban.
Niat hati ingin menyelamatkan nyawa, aparat pun bergegas membawa bayi tersebut ke RSUD Kepahiang agar mendapat tindakan medis darurat.
Namun sayang, takdir berkata lain. Sesampainya di ruang pemeriksaan, tim dokter menyatakan bahwa bayi mungil itu rupanya sudah mengembuskan napas terakhir.
Menariknya, di tengah upaya polisi yang masih terus menggali petunjuk dan menelusuri asal-usul insiden ini, identitas keluarga tampaknya telah menemui titik terang. Setelah rangkaian pemeriksaan awal di rumah sakit rampung, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan dengan layak.
Meski proses pemakaman telah dilangsungkan, misteri mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum bayi malang itu ditemukan tak bernyawa masih menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian. Penyelidikan pun masih terus bergulir. (Adedo , Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















