Rem Blong di Pandaan, Truk Kontainer Seruduk 5 Motor: 3 Tewas, 6 Luka Berat

Pasuruan, Narasiberita.co.id- Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Raya Malang–Surabaya. Sebuah truk kontainer yang diduga kuat mengalami rem blong menghantam lima sepeda motor secara beruntun di depan gudang PT Sintetis, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Tragedi di jam berangkat kerja ini mengakibatkan tiga orang tewas di lokasi kejadian dan enam lainnya menderita luka berat.

​Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, truk kontainer berukuran besar tersebut tengah melaju dari arah selatan (Malang) menuju utara (Surabaya).

Memasuki kawasan Tawangrejo, sistem pengereman truk diduga mendadak tidak berfungsi (rem blong), membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan bertonase besar tersebut.

​Truk yang hilang kendali langsung menyeruduk barisan sepeda motor yang melaju searah di depannya.

Kendaraan yang pertama kali terhantam adalah Honda Vario, disusul secara beruntun oleh Honda Beat, Honda PCX, dan Honda Scoopy.

​Dahsyatnya benturan membuat sejumlah sepeda motor beserta pengendaranya terseret di aspal hingga sejauh kurang lebih 20 meter.

Laju truk kontainer baru benar-benar terhenti setelah kembali menghantam satu kendaraan lain yang identitasnya masih diselidiki petugas. Kondisi lalu lintas di jalur provinsi tersebut sempat mengalami kemacetan parah selama proses evakuasi.

​Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan terjadinya kecelakaan karambol yang merenggut nyawa tersebut. Petugas kepolisian bersama warga langsung bergerak cepat mengevakuasi seluruh korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

​“Dugaan sementara, kendaraan kontainer tiba-tiba tidak bisa dikendalikan karena kendala fungsi rem, kemudian menabrak lima sepeda motor. Akibatnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang mengalami luka berat. Seluruh korban saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Dr. Medika Pandaan untuk penanganan medis,” terang Iptu Joko Suseno.

​Mengenai rumor yang beredar di media sosial bahwa dua dari tiga korban meninggal dunia merupakan saudara kembar, Iptu Joko menyatakan pihak penyidik masih melakukan validasi data kependudukan.

​“Kami masih menelusuri dan mencocokkan identitas korban terkait informasi (saudara kembar) tersebut. Fokus awal kami adalah penanganan korban luka dan pendataan manifes resmi. Laporan definitif yang kami kunci saat ini ada tiga korban jiwa,” imbuhnya.

​Hingga berita ini diturunkan, tim dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pasuruan masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi juga tengah mengamankan sopir truk kontainer untuk dimintai keterangan lebih lanjut serta melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) guna memastikan penyebab pasti kegagalan sistem rem tersebut.

(Eka)

Tinggalkan Balasan