Perkuat Karakter Lewat Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Curup Rutin Ikuti Pembelajaran Iqra

Foto/rian

Rejang Lebong, Narasiberita.co.id.-  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya dengan menggelar pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an secara rutin bagi warga binaan.

Suasana khusyuk terlihat di Masjid Lapas Kelas IIA Curup, Selasa (20/10/2026). Sejumlah warga binaan dari Paviliun Flamboyan mengikuti kegiatan pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an dengan tertib dan antusias.

Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah, mulai dari tingkat dasar hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat keimanan, serta membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung perubahan perilaku dan pembentukan karakter warga binaan.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, warga binaan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Konsistensi pelaksanaan pembinaan ini diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan potensi diri, mempertebal keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan demikian, setelah menyelesaikan masa pidana, warga binaan diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Curup dalam mewujudkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental, moral, dan spiritual warga binaan.

(Rian)

Tinggalkan Balasan