Cegah Kejahatan Siber, Kabid Humas Polda Bengkulu Edukasi Karang Taruna soal Bahaya Love Scamming

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto, S.I.K., M.H., (image/Nb)

Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto, S.I.K., M.H., memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penipuan berkedok cinta atau love scamming kepada sekitar 80 peserta Karang Taruna Provinsi Bengkulu.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ancaman kejahatan siber yang memanfaatkan hubungan emosional untuk menipu, mengancam, hingga memeras korban.

Dalam pemaparannya, Imam Wijayanto menjelaskan bahwa pelaku love scamming biasanya menggunakan media sosial untuk mendekati calon korban dengan identitas palsu.

Pelaku bahkan kerap mengaku sebagai pejabat, aparatur sipil negara (ASN), atau aparat penegak hukum guna membangun kepercayaan dan meyakinkan korbannya.

“Pelaku love scamming biasanya menggunakan identitas palsu untuk mendekati korban melalui media sosial. Mereka berusaha membangun hubungan emosional dan mendapatkan kepercayaan korban sebelum melancarkan aksinya,” jelas Imam Wijayanto.

Setelah hubungan emosional terjalin, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan meminta sejumlah uang atau foto dan video pribadi. Materi pribadi yang diperoleh selanjutnya berpotensi digunakan untuk mengancam dan memeras korban.

Kabid Humas Polda Bengkulu mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih berhati-hati dalam menjalin komunikasi dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, serta tidak menuruti permintaan uang maupun foto dan video pribadi yang mencurigakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak mudah terbujuk oleh rayuan atau janji manis seseorang yang belum jelas identitasnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polda Bengkulu berharap para peserta Karang Taruna dapat memahami berbagai modus kejahatan siber sekaligus menjadi agen informasi bagi keluarga dan lingkungan masing-masing.

“Melalui edukasi ini, kami berharap generasi muda semakin waspada terhadap kejahatan siber dan turut mengingatkan keluarga serta lingkungan sekitar agar tidak menjadi korban love scamming,” tambahnya.

Polda Bengkulu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak, menjaga privasi, serta segera mencari bantuan apabila menemukan indikasi penipuan, ancaman, atau pemerasan melalui platform digital.

(Nb)

Tinggalkan Balasan