Berawal dari Inspirasi Sahabat, Yosen Narta Jadi Sosok Petualang Pemburu Ular Kobra di Lebong
LEBONG, Narasiberita.co.id. – Berawal dari inspirasi seorang sahabat, Yosen Narta kini dikenal sebagai sosok yang memiliki ketertarikan terhadap dunia petualangan alam, khususnya pencarian dan penanganan ular kobra di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah SDN 48 Kabupaten Lebong, Yosen memiliki pengalaman tersendiri dalam mengenal kehidupan satwa liar. Ketertarikannya terhadap ular kobra bermula dari rasa penasaran yang kemudian berkembang menjadi petualangan penuh tantangan.
Perjalanan tersebut tidak hanya memberinya pengalaman baru, tetapi juga membuatnya dikenal oleh sebagian masyarakat sebagai sosok yang dapat dihubungi ketika ular ditemukan di lingkungan permukiman.
Salah satu situasi yang kerap menimbulkan kekhawatiran warga adalah kemunculan ular kobra di dalam rumah. Sebagai ular berbisa, kobra berpotensi membahayakan keselamatan manusia apabila merasa terancam atau terganggu.
Dalam kondisi seperti itu, pengetahuan mengenai perilaku ular dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Yosen Narta, yang kini berdomisili di Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, merupakan pria kelahiran Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Ketertarikannya terhadap dunia petualangan ular berawal dari inspirasi seorang teman dekat. Dari pengalaman tersebut, ia mulai mengenal lebih jauh kehidupan ular dan tantangan yang dihadapi ketika berhadapan dengan satwa liar di alam terbuka.
Seiring berjalannya waktu, ketertarikan itu berkembang menjadi pengalaman yang semakin memperkenalkannya pada dunia ular, khususnya kobra.
Perjalanan Yosen memperlihatkan sisi lain dari seorang pendidik. Selain mengemban tanggung jawab dalam dunia pendidikan, ia juga memiliki minat terhadap eksplorasi alam dan kehidupan satwa liar yang selama ini kerap menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Menghadapi ular kobra bukan sekadar persoalan keberanian. Dibutuhkan pengetahuan mengenai perilaku satwa, kemampuan mengenali potensi bahaya, serta pemahaman terhadap risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Pengalaman dalam menghadapi satwa liar juga harus diiringi sikap bertanggung jawab, baik terhadap keselamatan diri sendiri maupun masyarakat di sekitar lokasi penemuan ular.
Seiring perjalanan yang ditekuninya, Yosen mulai dikenal oleh sejumlah penjelajah hutan setempat. Kisahnya menjadi gambaran bagaimana inspirasi sederhana dapat berkembang menjadi ketertarikan yang memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai kehidupan alam liar.
Meski demikian, ular kobra tetap merupakan satwa berbisa yang tidak boleh dianggap remeh. Masyarakat yang menemukan ular di rumah atau lingkungan sekitar diimbau untuk tidak mencoba menangkap, menyentuh, atau memancing ular tersebut.
Langkah paling aman adalah menjaga jarak, menjauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, serta menghubungi petugas atau pawang ular yang terlatih untuk melakukan penanganan dengan peralatan yang sesuai.
Kisah Yosen Narta menjadi potret perjalanan seorang pendidik yang memiliki ketertarikan berbeda di luar tugas profesionalnya. Berawal dari inspirasi seorang sahabat, ia menapaki pengalaman dalam dunia petualangan ular di Kabupaten Lebong.
Di balik kisah tersebut, terdapat pelajaran bahwa alam menyimpan beragam tantangan sekaligus pengetahuan yang berharga. Keberanian perlu disertai kehati-hatian, sementara ketertarikan terhadap satwa liar harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keselamatan manusia dan kelestarian alam.
Yosen Narta pun menjadi sosok dengan perjalanan unik, menggabungkan pengabdian di dunia pendidikan dengan ketertarikan untuk mengenal lebih dekat kehidupan satwa liar di Bumi Swarang Patang Stumang, Kabupaten Lebong.
(Feby)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















