Daya Beli Lesu, Pengusaha Tahu-Tempe di Natuna Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai
Natuna, Narasiberita.co.id. – Kelangkaan lapangan kerja dan penurunan daya beli masyarakat kini tengah memukul para pelaku usaha kecil di Kabupaten Natuna.
Salah satunya dikeluhkan oleh Bambang Sutrisno, seorang pengusaha lokal yang memproduksi tahu dan tempe.
Bambang mengungkapkan bahwa hasil penjualannya merosot tajam belakangan ini. Ironisnya, penurunan omzet ini tetap terjadi meskipun program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah ikut menyerap produk tahu dan tempe langsung dari tempat usahanya.
“Saya sudah lebih kurang 20 tahun menggeluti usaha ini bang,” bebernya.
Selain sepinya pembeli, para perajin tahu dan tempe juga harus menghadapi hantaman badai ekonomi berupa lonjakan harga bahan baku utama.
Menurut Bambang, harga satu karung kacang kedelai melonjak sangat drastis.
Harga Sebelumnya: Rp550.000 per karung
Harga Saat Ini: Rp660.000 hingga Rp680.000 per karung.
Ketika ditanya mengenai penyebab utama merosotnya angka penjualan, Bambang menunjuk pada minimnya aktivitas ekonomi dan proyek konstruksi di wilayah tersebut.
“Meski program MBG ambil (tahu-tempe) ke tempat saya, jumlahnya tidak banyak. Apalagi sekarang proyek kerja bangunan sedang tidak ada, dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) belum cair. Saya rasa itu penyebab utamanya,” kata Bambang, saat dijumpai di tempat usahanya di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (29/7/2026) malam.
Bambang menaruh harapan besar kepada Bupati Natuna, agar bisa mengambil langkah strategis yang lebih bijak.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menarik lebih banyak investor luar untuk berinvestasi di Natuna.
Kehadiran investasi baru dinilai menjadi kunci utama untuk membuka lapangan kerja, memutar kembali roda perekonomian, dan mendongkrak pendapatan para pedagang kecil di Natuna.
(Zani)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















