BI Bengkulu Gelar Sarasehan Ekonomi di Hotel Santika, Bahas Dampak Geopolitik Global
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global, khususnya dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan perekonomian daerah yang digelar di Hotel Santika, Kamis (09/04/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda Provinsi dan Kota, perwakilan pemerintah daerah, lembaga vertikal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktorat Jenderal Pajak, sektor perbankan, serta insan media.
Kegiatan dibuka oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, RA Denni. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, kinerja perekonomian Bengkulu hingga saat ini masih terjaga dengan pertumbuhan yang solid. Hal ini ditopang oleh sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.
“Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika global yang terus berkembang,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, para narasumber memaparkan perkembangan ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional, seperti Selat Hormuz.
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu volatilitas harga komoditas energi dan emas, serta memberikan tekanan terhadap nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, perekonomian nasional dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang baik.
Hal ini didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah serta peran aktif Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, termasuk pengendalian inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Secara regional, perekonomian Bengkulu juga masih mencatat kinerja positif, meskipun mengalami moderasi sebagai dampak tekanan eksternal.
Ke depan, BI Bengkulu menekankan pentingnya penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Provinsi Bengkulu. (Nrl)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










