1.634 Jemaah Haji Kabupaten Pasuruan Diberangkatkan Bertahap dalam 10 Kloter
PASURUAN, Narasiberita.co.id- Ribuan warga Kabupaten Pasuruan mulai diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji pada Rabu (22/4/2026). Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pasuruan, total terdapat 1.634 jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Para jemaah tersebut tidak diberangkatkan dalam dua atau tiga kelompok besar, melainkan terbagi dalam 10 kloter, yakni kloter 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 37.
Pemberangkatan juga dilakukan secara bertahap dalam beberapa hari. Untuk kloter 3 hingga kloter 7 diberangkatkan pada Rabu (22/4/2026).
Selanjutnya, kloter 8, 9, dan 10 dijadwalkan berangkat pada 23 April, kloter 12 pada 24 April, dan kloter 37 pada 1 Mei 2026.
Khusus pada hari pertama pemberangkatan, terdapat 1 jemaah dari kloter 3 dan 8 jemaah dari kloter 4 yang berangkat pukul 07.00 WIB. Kemudian, 62 jemaah kloter 5 diberangkatkan pukul 13.40 WIB oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vela Fery.
Selanjutnya, sebanyak 372 jemaah kloter 6 dilepas oleh Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, pada pukul 16.10 WIB. Sementara itu, 375 jemaah kloter 7 diberangkatkan oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, pada pukul 18.00 WIB.
Pihak Kementerian Haji setempat memastikan seluruh dokumen dan kesiapan jemaah telah lengkap sebelum keberangkatan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dilakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan menuju asrama haji.
Plt Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pasuruan, Akhmad Marzuqi, menjelaskan bahwa proses pemberangkatan akan terus berlangsung hingga seluruh kloter selesai diberangkatkan pada 1 Mei mendatang.
Selain kloter utama, sebagian kecil jemaah juga diberangkatkan lebih awal dengan bergabung bersama rombongan dari daerah lain.
Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kuota penerbangan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Keberangkatan jemaah hari ini terbagi dalam beberapa jadwal, termasuk kelompok yang berangkat pada waktu subuh tadi,” ujar Marzuqi.
Ia menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan jemaah guna memastikan tidak ada kendala teknis selama proses pemberangkatan.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan. Pendampingan dilakukan secara intensif oleh mahram, pembimbing KBIH, serta petugas haji daerah (PHD).
“Untuk jemaah rentan, pendampingan dilakukan oleh berbagai pihak. Total ada sekitar 70 jemaah yang masuk kategori tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, yang turut menunaikan ibadah haji tahun ini menegaskan komitmennya untuk membantu sesama jemaah selama di Tanah Suci. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















