Viral, Wni Asal Sumbar Diduga Disekap Dan Disiksa Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp 220 Juta Atau Ancam Jual Organ
Jakarta, Narasiberita.co.id | Sebuah unggahan di media sosial Facebook mendadak ramai menjadi perbincangan publik setelah membagikan kabar memprihatinkan mengenai nasib Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Seorang perempuan asal Sumatera Barat diduga menjadi korban penyekapan, penyiksaan, dan pemerasan di Myanmar.
Berdasarkan penelusuran dari unggahan yang dibagikan oleh akun Facebook bernama Oji baru-baru ini, korban diketahui bernama Bayu (atau kerap disapa Ayu).
Korban merupakan warga kelahiran Bukittinggi yang berdomisili dan besar di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dalam foto dan cuplikan video yang diunggah, kondisi korban tampak sangat memprihatinkan. Dengan mengenakan jaket berwarna cokelat, kedua tangan korban terlihat diikat menggunakan tali tambang plastik berwarna hijau.
Lebih nahas, video tersebut memperlihatkan kedua kaki korban dipenuhi luka-luka dan sayatan yang diduga kuat merupakan akibat penyiksaan fisik.
Akun tersebut menyebutkan bahwa korban mengalami siksaan secara brutal, yakni dicambuk setiap satu jam sekali oleh pihak yang menyekapnya.
“Tolong saudara-saudaraku di Ranah Minang, saudara kita disekap di kos-kosan Myanmar dengan kondisi prihatin. Kedua tangan diikat, disiksa, kaki penuh luka-luka,” tulis akun Oji dalam keterangan unggahannya, dikutip pada Jumat.
Tidak hanya melakukan penyiksaan fisik, para pelaku penyekapan juga disebut melakukan pemerasan terhadap keluarga korban di Indonesia.
Berdasarkan keterangan dalam narasi unggahan yang beredar, pelaku meminta uang tebusan berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 220 juta.
Pelaku memberikan tenggat waktu yang sangat sempit, yakni antara dua hingga empat hari agar uang tebusan tersebut segera dibayarkan. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, pelaku mengancam akan melakukan tindakan yang lebih keji.
“Bayu (Ayu) diancam, kalau dalam dua hari tidak diberikan tebusan Rp 220 juta itu, maka organ tubuhnya akan dijual,” lanjut keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.
Sang pengunggah juga menyoroti latar belakang korban yang disebut sebagai anak yatim piatu, sehingga pihak keluarga dan kerabat sangat kesulitan mengumpulkan uang tebusan dalam jumlah tersebut.
Berdasarkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang turut dibagikan dalam unggahan itu, pihak kerabat saat ini kebingungan karena lokasi pasti penyekapan di Myanmar belum diketahui secara detail.
Oleh karena itu, keluarga dan kerabat korban berupaya memviralkan kasus ini dengan harapan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Mereka secara khusus memohon bantuan dari seluruh rakyat Indonesia dan menandai sejumlah akun media nasional serta instansi terkait, termasuk KBRI Yangon, agar negara segera turun tangan melakukan operasi penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah dibagikan ribuan kali dan mendapat simpati luas dari warganet.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia maupun KBRI di Myanmar terkait kebenaran informasi dan langkah penanganan dugaan kasus penyekapan WNI tersebut. (Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















