Nurlia Dewi: Mess Pemda Berpotensi Jadi Wajah Baru Pemerintahan Kota Bengkulu

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi (image/nb)

Bengkulu, Narasiberita.co.id.  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu merencanakan pemanfaatan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi Kantor Wali Kota Bengkulu pada 2027.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset daerah sekaligus penataan fasilitas pemerintahan agar lebih representatif dan fungsional.

Juru Bicara Pemkot Bengkulu yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, mengatakan kantor wali kota tidak hanya berfungsi sebagai tempat bekerja bagi aparatur pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat koordinasi, pelayanan publik, serta representasi identitas daerah.

Menurutnya, pembangunan kota yang maju perlu didukung keseimbangan antara pembangunan infrastruktur untuk masyarakat dan penyediaan fasilitas perkantoran yang memadai.

“Pembangunan kota harus berjalan seimbang. Kita membutuhkan infrastruktur yang baik untuk masyarakat, tetapi juga fasilitas perkantoran yang representatif dan fungsional untuk mendukung pelayanan serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Nurlia, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan kantor wali kota yang tertata baik dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. Terlebih, apabila didukung desain bangunan yang baik, lingkungan yang nyaman, dan lokasi yang memiliki daya tarik.

Nurlia menilai, rencana pemanfaatan Mess Pemda sebagai Kantor Wali Kota Bengkulu dapat menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan aset pemerintah yang tersedia.

Menurutnya, aset daerah perlu dimanfaatkan secara efektif agar memberikan nilai guna dan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Daripada aset yang sudah dibangun dengan anggaran daerah tidak dimanfaatkan secara maksimal, tentu lebih baik apabila dapat dioptimalkan untuk kepentingan pelayanan publik. Yang terpenting, pemanfaatannya direncanakan dengan baik, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, rencana tersebut perlu didukung perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan perkantoran, efektivitas pelayanan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, pemanfaatan aset tidak hanya berorientasi pada perubahan fungsi bangunan, tetapi juga harus mampu mendukung peningkatan kinerja pemerintahan.

Selain mendukung aktivitas pemerintahan, lokasi Mess Pemda yang memiliki panorama pantai dinilai berpotensi memberikan nilai tambah dari sisi estetika dan daya tarik kawasan.

Nurlia berharap, apabila rencana tersebut direalisasikan sesuai perencanaan, kantor wali kota nantinya dapat menjadi fasilitas pemerintahan yang membanggakan sekaligus memperkuat identitas Kota Bengkulu.

“Harapan kita, kantor wali kota nantinya tidak hanya berfungsi optimal sebagai pusat pelayanan dan koordinasi pemerintahan, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat. Dengan penataan yang baik dan pemandangan pantai yang indah, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu wajah menarik Kota Bengkulu,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fungsi utama kantor wali kota tetap berfokus pada penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Aspek estetika harus berjalan beriringan dengan kenyamanan, aksesibilitas, fungsionalitas bangunan, serta efisiensi penggunaan anggaran daerah.

Pemkot Bengkulu juga mengharapkan dukungan dan masukan masyarakat agar setiap rencana pembangunan dan penataan aset daerah dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Pemerintah tentu membutuhkan dukungan dan masukan masyarakat. Mari kita kawal bersama setiap program pembangunan agar benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan membawa Kota Bengkulu menjadi kota yang semakin maju,” tutup Nurlia.

(Nrl)

Tinggalkan Balasan