Bupati Cup 2026 Natuna Disorot, Kades Batu Gajah Dukung Protes Dugaan Keputusan Kontroversial Wasit
Natuna, Narasiberita.co.id. – Pelaksanaan turnamen Bupati Cup 2026 di Kabupaten Natuna menjadi sorotan setelah muncul protes terkait dugaan keputusan wasit yang dinilai merugikan tim Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur.
Kepala Desa Batu Gajah, Kurniawan, menyatakan mendukung penuh langkah Ketua Karang Taruna dan tim official yang telah melayangkan surat protes resmi kepada panitia penyelenggara.
Langkah tersebut dinilainya sebagai upaya untuk mencari keadilan sekaligus membela nama baik tim desa yang mewakili Kecamatan Bunguran Timur.
“Dalam hal ini, tentunya Abang selaku kepala desa mendukung langkah Ketua Karang Taruna, tim official, dan kawan-kawan. Menurut Abang, ini adalah langkah terhormat guna mencari keadilan dan membela marwah tim desa yang juga merupakan perwakilan Kecamatan Bunguran Timur,” ujar Kurniawan, Rabu (29/10/2026) malam.
Menurut Kurniawan, persoalan bermula dari sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Batu Gajah.
Ia menyebut, kapten tim telah berupaya mengomunikasikan persoalan tersebut kepada wasit di lapangan. Namun, kapten tim justru mendapatkan kartu kuning.
“Persoalan indikasi kecurangan yang awalnya kami kira hanya kekhilafan wasit ini sudah dikomunikasikan oleh kapten tim kepada wasit di lapangan. Yang mengherankan, malah kapten yang justru mendapat kartu kuning. Bahkan, keputusan yang merugikan tim kita ini berulang kali, dan Abang melihat sendiri karena ikut hadir menonton pertandingan,” ungkapnya.
Kurniawan mengaku kecewa dengan jalannya pertandingan. Meski demikian, ia memilih menahan diri agar situasi di lapangan tidak semakin memanas dan memicu emosi para pemain.
Menurutnya, menjaga nama baik desa, kecamatan, dan turnamen Bupati Cup harus menjadi perhatian semua pihak.
Kekecewaan tersebut, lanjutnya, berlanjut setelah pertandingan berakhir. Ia mengaku sempat bertemu dengan wasit bersama Yudin, yang disebut sebagai manajer tim, untuk meminta penjelasan mengenai pertimbangan keputusan selama pertandingan.
Namun, ia menilai jawaban yang diberikan wasit tidak mencerminkan sikap profesional.
“Saat pertandingan usai, secara kebetulan Abang dengan Yudin bertemu wasit dan kami bertanya apa pertimbangannya sehingga pertandingan tidak nyaman ditonton. Malah dijawab, ‘Sudahlah, jadilah apa yang sudah, dan mulut jangan bising’. Mulut yang mana dan mulut siapa yang membuat wasit sampai mengambil keputusan emosional?” tuturnya.
Selain mempersoalkan keputusan wasit, Kurniawan juga mengungkapkan dugaan adanya potensi konflik kepentingan. Ia menyebut, pihaknya baru mengetahui bahwa tim official lawan juga terlibat sebagai tim wasit dalam ajang yang sama.
Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Kurniawan berharap surat protes yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara objektif oleh panitia penyelenggara. Ia juga meminta agar persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit pada pertandingan berikutnya.
“Kita berharap dengan adanya upaya menyurati pihak-pihak terkait ini, bisa menjadi jalan keadilan bagi tim Batu Gajah dan pembelajaran untuk pertandingan ke depan, untuk tim mana pun, khususnya tim desa yang secara umum dinilai lemah dari sisi nama besar dan finansial,” harapnya.
Ia menegaskan, keputusan wasit yang dinilai tidak tepat dapat berdampak pada semangat para pemain, termasuk para atlet muda desa yang sedang mengembangkan potensinya melalui kompetisi olahraga.
“Keputusan emosional oknum wasit yang ugal-ugalan ini bukan perkara sederhana bagi desa, tetapi bisa membunuh karakter dan menjegal bibit-bibit potensial desa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari panitia penyelenggara Bupati Cup 2026 Natuna guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan berimbang terkait protes tersebut.
(Zani
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















