Pendidikan Kesetaraan Di Lapas Curup, Warga Binaan Kembali Menempuh Bangku Sekolah

Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Keterbatasan akses pendidikan pada masa lalu tidak menjadi penghalang bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup untuk melanjutkan pendidikan.

Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, mereka kembali mendapatkan kesempatan belajar untuk menyelesaikan jenjang pendidikan yang belum dituntaskan.

Kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung pada Sabtu (31/10), bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aljabar sebagai lembaga penyelenggara pendidikan nonformal.

Program ini diperuntukkan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan setingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Dengan mengikuti pendidikan kesetaraan, mereka dapat melanjutkan proses belajar sesuai jenjang masing-masing melalui pendampingan tenaga pengajar dari PKBM Aljabar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pembelajaran dengan materi yang mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan. Proses belajar dilaksanakan secara rutin dalam lingkungan yang tertib dan kondusif guna menunjang kelancaran kegiatan pendidikan.

Selain menambah pengetahuan, program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas Curup. Pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan kesetaraan merupakan salah satu upaya lembaga pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada warga binaan.

“Kami berharap melalui program pendidikan kesetaraan ini, warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, membuka peluang masa depan yang lebih baik, serta siap kembali berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama antara Lapas Curup dan PKBM Aljabar diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program pendidikan Paket A, B, dan C. Dengan demikian, warga binaan tetap memiliki ruang untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kemampuan diri selama menjalani masa pembinaan.

(Rian)

Tinggalkan Balasan