Jusman, Kades Kunangan: Dorong Investasi Daerah dan Peningkatan SDM Menuju Desa Berdaya Saing
TEBO – Kepala Desa Kunangan, Jusman, menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), transparansi pemerintahan, dan dukungan terhadap investasi daerah sebagai pilar penting pembangunan desa. Sejak dipercaya memimpin Desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada 2008, ia berkomitmen membawa desanya berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Sosok yang akrab disapa Jus ini telah menjalani tiga periode kepemimpinan berdasarkan kepercayaan masyarakat melalui pemilihan kepala desa. Selama menjalankan amanah tersebut, ia berupaya memadukan gaya kepemimpinan modern, tegas, dan agamis dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Jusman, kemajuan desa tidak cukup hanya ditandai dengan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, dan tata kelola pemerintahan yang terbuka juga menjadi bagian penting untuk membangun desa yang berdaya saing.
Prioritaskan Pendidikan dan Kualitas SDM
Salah satu perhatian utama Jusman sejak awal menjabat adalah meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda. Ia menilai, keterbatasan akses dan rendahnya jumlah lulusan perguruan tinggi pada masa lalu menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Perubahan tersebut kini mulai terlihat. Menurut Jusman, puluhan anak dari Desa Kunangan telah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana. Capaian ini menjadi salah satu perkembangan yang ia banggakan selama menjalankan pengabdian sebagai kepala desa.
“Target utama saya adalah membangun kualitas generasi muda. Dahulu SDM kita jauh di bawah, tetapi alhamdulillah, saat ini sudah ada puluhan anak-anak Desa Kunangan yang menjadi sarjana. Pembangunan yang paling mendasar adalah membangun manusia,” ujar Jusman.
Komitmen terhadap pendidikan juga diterapkannya dalam lingkungan keluarga. Bersama istrinya, Julida, Jusman membimbing ketiga putranya agar menempuh pendidikan sesuai minat dan jenjang masing-masing.
Putra pertamanya, Jaga Rusdi, merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Andalas (Unand) dan kini melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Putra keduanya, Agung Samudra, merupakan alumnus pondok pesantren yang melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Politik di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sementara putra ketiganya, Imam Samudra, saat ini duduk di kelas III SMP.
Bagi Jusman, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh desa. Generasi muda yang berpendidikan diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan dan membawa nama Desa Kunangan ke tingkat yang lebih luas.
Transparansi dan Musyawarah dalam Pemerintahan
Dalam menjalankan pemerintahan desa, Jusman mengedepankan keterbukaan, musyawarah, dan tanggung jawab. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui komunikasi yang baik serta pelaksanaan program pembangunan yang memperhatikan kebutuhan warga.
Ia memandang masyarakat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan bagian penting dalam menentukan arah kemajuan desa. Karena itu, aspirasi warga perlu memperoleh ruang dalam proses pengambilan keputusan.
Transparansi juga dinilai penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah desa dan warga.
Selain mendukung program pembangunan di tingkat desa, Jusman menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan berbagai kegiatan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Tebo, Pemerintah Provinsi Jambi, hingga pemerintah pusat.
Menurutnya, sinergi antartingkatan pemerintahan dapat membuka peluang pembangunan yang lebih luas, terutama apabila program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Utamakan Musyawarah dalam Persoalan Pertanahan
Sebagai kepala desa di wilayah yang memiliki aktivitas perkebunan, Jusman juga menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk dinamika pertanahan yang berkaitan dengan pembukaan lahan atau imas tumbang, jual beli tanah, dan potensi tumpang tindih klaim kepemilikan.
Dalam menyikapi persoalan tersebut, ia mengedepankan musyawarah dengan melibatkan Lembaga Adat dan Pemerintah Desa sebelum menentukan langkah penyelesaian berikutnya.
“Permasalahan tanah sering kali timbul dari saling klaim akibat imas tumbang atau jual beli. Sebagai kepala desa, saya bersama Lembaga Adat dan Pemerintah Desa selalu membuka ruang musyawarah adat terlebih dahulu. Kita kaji apakah bisa didamaikan secara adat atau tidak. Alhamdulillah, banyak persoalan yang akhirnya selesai secara kekeluargaan di tingkat desa sebelum melangkah ke pihak berwajib,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, menurut Jusman, menjadi salah satu cara menjaga hubungan sosial masyarakat agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Namun, apabila penyelesaian secara kekeluargaan tidak memungkinkan atau terdapat dugaan tindak pidana, persoalan dapat diteruskan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam menjaga ketertiban sosial, ia juga menerapkan pembinaan bertahap terhadap kenakalan remaja, seperti perkelahian, penyalahgunaan narkoba, dan pencurian hasil kebun.
“Untuk kenakalan remaja, kami berikan pembinaan langsung di kantor desa sampai tiga kali kesempatan. Kita bina dan beri nasihat agar mereka mau berubah. Namun, apabila sudah dibina tiga kali masih juga mengulangi, baru saya laporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk proses hukum. Ketegasan itu penting agar ada efek jera,” tegasnya.
Dukung Investasi untuk Menggerakkan Ekonomi
Di sektor ekonomi, Jusman menyatakan dukungannya terhadap investasi di bidang pertambangan maupun perkebunan yang memenuhi ketentuan hukum dan menjalankan tanggung jawabnya terhadap masyarakat serta lingkungan.
Menurutnya, investasi berpotensi membuka lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi warga, dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Investasi dari sektor pertambangan dan perkebunan sangat saya dukung. Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah serta meningkatkan PAD. Yang terpenting, investasi tersebut harus membawa manfaat nyata dan menyerap tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Jusman menilai, kehadiran investor semestinya tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu aspek yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Di sisi lain, dukungan terhadap investasi perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dapat berkembang tanpa mengabaikan kepentingan warga dan keberlanjutan pembangunan desa.
Bawa Kunangan Menuju Daya Saing Nasional
Selama menjalankan amanah sejak 2008, Jusman menyebut kedekatan dengan masyarakat sebagai salah satu modal penting dalam menjaga kebersamaan dan mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Ia meyakini kemajuan desa membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam merencanakan serta melaksanakan program, sedangkan partisipasi warga menjadi kekuatan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan bersama.
Cita-citanya adalah menjadikan Desa Kunangan sebagai desa yang semakin maju, memiliki SDM berkualitas, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta potensi ekonomi yang mampu dikembangkan secara berkelanjutan.
“Saya tidak pernah berubah sejak 2008, yaitu tetap berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Selagi diberi amanah, seluruh jiwa dan pikiran akan saya wakafkan untuk kemajuan Desa Kunangan,” pungkasnya.
Bagi Jusman, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari lamanya masa jabatan atau banyaknya infrastruktur yang dibangun. Peningkatan kualitas manusia, pelayanan pemerintahan, kepercayaan masyarakat, dan manfaat nyata yang dirasakan warga merupakan bagian penting dari kemajuan desa.
Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan sinergi bersama pemerintah di berbagai tingkatan, Jusman berharap Desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus berkembang dan mampu menunjukkan potensinya di tingkat nasional.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















