Tiket Pesawat Natuna-Batam Tembus Rp2,7 Juta, Warga Keluhkan Mahalnya Ongkos Berobat
Natuna, Narasiberita.co.id. – Harga tiket pesawat rute Kabupaten Natuna melalui Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai menuju Bandara Hang Nadim Batam masih terpantau tinggi.
Kondisi tersebut kembali dikeluhkan masyarakat karena berdampak terhadap biaya perjalanan warga yang memiliki keperluan di Batam.
Berdasarkan pantauan pada aplikasi Traveloka dan Utiket, Selasa (6/10/2026) malam, harga tiket sekali jalan untuk rute Natuna-Batam berada di kisaran Rp1.159.120 hingga Rp2.699.000.
Penerbangan pada rute tersebut masih didominasi maskapai Wings Air yang menggunakan pesawat jenis ATR-72. Durasi penerbangan berkisar antara 1 jam 15 menit hingga 1 jam 45 menit.
Salah seorang warga Ranai, Usman (42), mengatakan tingginya harga tiket menjadi beban tersendiri bagi masyarakat Natuna, khususnya warga yang harus bepergian ke Batam untuk berobat.
“Kalau berobat ke Batam butuh PP hampir Rp5 juta, belum ongkos berobat dan makan. Kami minta pemerintah pusat hadir, jangan samakan Natuna dengan Jawa. Ini wilayah garda terdepan NKRI,” kata Usman, Selasa (6/10/2026) sore.
Menurut Usman, mahalnya harga tiket pesawat membuat sebagian masyarakat terpaksa menunda berbagai keperluan, mulai dari berobat, kuliah hingga menjalankan urusan usaha di Batam.
Ia menyebut persoalan mahalnya tiket pesawat bukan lagi hal baru bagi masyarakat Natuna. Keluhan serupa, kata dia, sudah menjadi persoalan yang kerap dirasakan warga, namun hingga kini belum mendapatkan solusi yang dinilai mampu meringankan beban masyarakat.
“Kita tentunya berharap pemerintah memberikan subsidi avtur khusus perbatasan dan menambah maskapai agar ada persaingan harga yang sehat,” pintanya.
Usman berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mencari solusi konkret untuk menekan biaya transportasi udara dari dan menuju Natuna.
Menurutnya, sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan dan terdepan Indonesia, keterjangkauan transportasi udara seharusnya menjadi salah satu perhatian pemerintah agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.
(Zani)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















