Hadir di Yogyakarta, Bupati Pasuruan Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali
Pasuruan, Narasiberita.co.id- Bupati Pasuruan menghadiri malam penganugerahan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan secara khidmat di Grand Ballroom Marriott Hotel Yogyakarta, Kamis (4/6/2026) malam.
Agenda prestisius yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menjadi panggung pengakuan bagi akselerasi kinerja birokrasi dan inovasi kepemimpinan daerah di level regional.
Acara ini dihadiri oleh deretan pejabat tinggi negara, di antaranya Menko Polkam Jamari Chaniago, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifki Nizami Karsayuda. Turut hadir para gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh penjuru Pulau Jawa dan Bali.
Dalam sambutan dan arahan strategisnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa iklim kompetisi antarpemerintah daerah wajib diarahkan pada koridor yang adil, sehat, dan setara (level playing field).
Mulai tahun 2026, Kemendagri secara resmi merombak total skema penilaian kinerja kepala daerah dengan menghapus sistem kompetisi nasional dan menggantinya dengan pembagian enam klaster regional.
Alasan Strategis Perubahan Sistem Kompetisi Regional:
“Kami tidak lagi memberlakukan iklim kompetitif tunggal di tingkat nasional. Jika dipaksakan, daerah-daerah kecil yang ruang fiskalnya terbatas pasti akan selalu kalah bertanding dengan daerah-daerah metropolitan besar yang didukung kapasitas anggaran dan fasilitas penunjang raksasa. Melalui pembagian enam klaster regional ini, setiap daerah kini dapat berkompetisi dengan parameter yang jauh lebih adil, setara, dan objektif.
Guna menjamin independensi dan akurasi hasil akhir, Kemendagri menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyedia platform data tunggal. Proses penilaian bersifat transparan, menggunakan data mutakhir, serta menutup total celah intervensi atau lobi dari pihak luar.
Selain itu, sinergi dengan media nasional seperti Metro TV diperkuat untuk mengawal agar keterbukaan informasi publik atas rapor kinerja kepala daerah ini dapat diakses langsung oleh masyarakat luas.
Indikator Utama Evaluasi Kinerja Pemda:
- Akselerasi Kesejahteraan: Tingkat keberhasilan daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan intervensi penurunan angka stunting.
- Kreativitas Fiskal: Kemampuan daerah dalam merumuskan skema pembiayaan kreatif (creative financing) di luar ketergantungan dana transfer APBD.
- Stabilitas Ekonomi Kontemporer: Efektivitas tim TPID daerah dalam mengendalikan gejolak inflasi bahan pangan pokok di pasar domestik.
- Perluasan Lapangan Kerja: Sejauh mana kebijakan daerah mampu menciptakan menyerap tenaga kerja lokal dan menurunkan angka pengangguran terbuka.
- Mendagri menjelaskan bahwa tata kelola pembinaan kepala daerah kini bergeser ke arah yang lebih apresiatif. Otoritas pusat kini menerapkan keseimbangan prinsip carrot and stick (hadiah dan sanksi).
Pemerintah daerah yang berhasil mengunci predikat juara pertama di klasemen regionalnya masing-masing akan langsung diganjar suntikan dana insentif fiskal hingga Rp3 miliar dari kementerian terkait.
Di akhir arahannya, Tito Karnavian secara khusus menyoroti dinamika media yang belakangan ini kerap didominasi oleh sentimen pemberitaan negatif oknum birokrasi.
Melalui ajang Apresiasi Pemda Berprestasi ini, Kemendagri ingin mengedukasi publik bahwa di luar sana masih banyak kepala daerah—termasuk di wilayah Jawa-Bali—yang konsisten bekerja keras, bersih dari korupsi, dan sukses mengukir lompatan kemajuan riil di daerahnya meski di tengah impitan keterbatasan fiskal daerah. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















