Harga Minyak Goreng Stabil, Warga Protes Fakta di Lapangan Tembus Rp21 Ribu?

Natuna, Narasiberita.co.id. – Kunjungan kerja Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Pasar Rakyat Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, awal Juli 2026 mendapatkan protes dari warga.

Masyarakat menilai klaim pemerintah terkait stabilitas harga pangan tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Sidak ini sejatinya bertujuan untuk memantau stabilitas harga komoditas dan ketersediaan bahan pangan pokok di wilayah perbatasan.

Di sela peninjauan, Wagub Kepri menyatakan bahwa harga bahan pokok di pasar relatif aman dan stabil. Salah satu indikatornya, ia mengklaim minyak goreng subsidi merek Minyakita bertahan di angka Rp15.700 per liter.

Namun, pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari para pembeli dan pelaku usaha mikro. Fitri (33), seorang warga sekaligus pelaku UMKM di Bunguran Timur, menyuarakan keberatannya atas data yang dipaparkan pemerintah.

“Itu tidak benar, Pak. Faktanya di warung-warung dan di lapangan, harga minyak makan kita sudah melambung tinggi sampai Rp21.000 per liter,” ujar Fitri dengan nada kecewa, seperti dikutip dari laman Facebook Berita Natuna. Senin (06/07/2026).

Keluhan Fitri, mencerminkan jeritan para ibu rumah tangga di Kabupaten Natuna yang kian terbeban oleh lonjakan harga logistik.

Minyak goreng merupakan kebutuhan pangan dasar yang sangat memengaruhi roda ekonomi usaha kecil. Selisih harga yang mencapai Rp5.300 dari klaim sepihak pemerintah dinilai sangat mencekik daya beli masyarakat arus bawah.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi narasiberita.co.id masih berupaya menghubungi dinas terkait guna mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. (Zani)

Tinggalkan Balasan