Pelajar 17 Tahun Tewas di Permu Kepahiang Bawah, Polisi Periksa 15 Remaja

Kepahiang, Narasiberita.co.id –| Satreskrim Polres Kepahiang tengah mendalami kasus meninggalnya seorang pelajar berusia 17 tahun, Yogensi Abile, yang terjadi di Desa Permu Bawah, Kabupaten Kepahiang, Jumat (20/2/2026).

Insiden tersebut bermula dari dugaan keributan antar kelompok remaja di sekitar lokasi kejadian. Situasi yang memanas disebut membuat sejumlah remaja berlarian menyelamatkan diri ke area yang memiliki kontur tanah curam di dekat aliran sungai.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tepi jurang kawasan tersebut. Peristiwa ini pun langsung mendapat penanganan dari pihak kepolisian.

Sejauh ini, sebanyak 15 remaja telah dimintai keterangan oleh penyidik. Sebagian berstatus saksi yang berada di lokasi saat kejadian, sementara lainnya masih didalami keterlibatannya dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Dalam proses penyelidikan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Tama, SIK, membenarkan bahwa seluruh remaja yang diperiksa masih berusia di bawah 18 tahun.

“Total ada 15 orang yang kita mintai keterangan. Beberapa merupakan saksi, dan kami juga mengamankan barang bukti berupa celurit. Saat ini proses pendalaman masih berlangsung,” ujarnya.

Hingga kini, polisi terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti meninggalnya korban. (Feby/Rian)