Desa Teruntung Gelar Rembuk Stunting 2026, Susun Program Prioritas Cegah Stunting

Mukomuko, Narasiberita.co.id.  – Pemerintah Desa Teruntung, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Aula Desa Teruntung, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini menjadi forum untuk menyelaraskan program pencegahan dan percepatan penanganan stunting di tingkat desa.

Rembuk Stunting dihadiri Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, perwakilan sektor kesehatan, Pemerintah Kecamatan Teras Terunjam, bidan desa, guru PAUD, Koordinator Lapangan Keluarga Berencana (KB), tokoh adat, serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai data sasaran prioritas penanganan stunting, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Pembahasan dilakukan untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Teruntung.

Melalui diskusi yang berlangsung, peserta rembuk menyepakati sejumlah usulan program prioritas yang akan diusulkan pada tahun anggaran 2027.

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas dan intensitas pelayanan Posyandu bagi remaja dan balita, edukasi gizi serta kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin, hingga pemberian makanan tambahan dan dukungan gizi bagi ibu hamil.

Kepala Desa Teruntung, Zainal, mengatakan kegiatan Rembuk Stunting merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memastikan seluruh sasaran prioritas memperoleh pelayanan kesehatan dan asupan gizi yang memadai.

“Kami berharap melalui rembuk stunting ini tidak ada lagi balita maupun ibu hamil di Desa Teruntung yang mengalami kekurangan gizi. Pemerintah desa berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk mendukung program pencegahan stunting demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Zainal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, kader, hingga masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen mencegah stunting demi masa depan anak-anak Desa Teruntung yang lebih baik,” tutupnya.

Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Desa Teruntung berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (Hc)

Tinggalkan Balasan