Usai Senam Pagi, Kalapas Bengkulu Ingatkan Warga Binaan soal Disiplin hingga Bahaya Karhutla
Bengkulu, Narasiberita.co.id | Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengawali hari dengan aktivitas fisik terpusat di lapangan tenis, Rabu (14/10/2026).
Namun, agenda rutin ini tidak berhenti pada urusan kebugaran tubuh semata. Pihak Lapas memanfaatkan momentum kebersamaan tersebut untuk memberikan suntikan moral, menegaskan aturan kedisiplinan, hingga menyinggung isu lingkungan.
Sejak pagi, para penghuni dari blok Pidana Umum maupun Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tampak memadati area lapangan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Di bawah panduan instruktur profesional dan iringan musik bertempo cepat, mereka mengikuti seluruh rangkaian senam dari fase pemanasan hingga gerakan inti.
Langkah ini dirancang agar warga binaan tetap aktif bergerak dan memiliki ruang interaksi positif di tengah masa penahanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyebut aktivitas olahraga memegang peran vital dalam ekosistem pembinaan di dalam lembaga permasyarakatan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental para tahanan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan dari sisi kepribadian dan kemandirian, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang sehat. Melalui senam rutin ini, kami berharap mereka semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan dan menjalani pembinaan dengan semangat positif,” ujar Julianto di lokasi.
Begitu sesi peregangan otot usai, barisan tidak langsung dibubarkan. Agenda berlanjut dengan pengarahan langsung dari Kalapas di tengah lapangan terbuka. Dalam sesi ini, Julianto menyoroti sejumlah isu krusial terkait gaya hidup dan lingkungan.
Secara khusus, ia meminta para warga binaan mulai mengurangi kebiasaan merokok demi menjaga fungsi pernapasan.
Menariknya, arahan tersebut juga menyentuh isu kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Julianto mengingatkan seluruh peserta agar memahami dampak buruk dari sembarangan menyalakan api dan melarang keras segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu kebakaran di area sekitar.
Di luar urusan kesehatan dan lingkungan, otoritas Lapas Bengkulu kembali mempertegas garis batas aturan internal. Toleransi antarsesama, pemeliharaan keimanan, serta penjagaan kebersihan blok dinilai sebagai kunci utama terciptanya ketertiban di dalam lapas.
“Saya berharap seluruh warga binaan dapat mengikuti aturan yang berlaku, menjaga sikap dan perilaku, serta memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas Julianto menutup arahannya.
(Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















