Aliansi Serikat Buruh Klarifikasi Aksi Jukir, Minta Media Kedepankan Konfirmasi
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Aliansi Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Kota Bengkulu membantah tegas pemberitaan salah satu media online yang menyebut aksi pada 10 September 2026 di depan Kantor Wali Kota Bengkulu sebagai bentuk intimidasi terhadap Pemerintah Kota Bengkulu, Indomart maupun pihak Alfamart.
Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ade Afriansyah, SH, CNS, CPM, Aliansi menegaskan pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta dan substansi aksi yang dilakukan di lapangan.
“Tidak benar Aliansi melakukan intimidasi terhadap Pemkot Bengkulu maupun Alfamart. Kami sudah melakukan rapat bersama Pemerintah Kota Bengkulu dan pimpinan Alfamart. Rapat tersebut ada notulennya. Jadi, fakta dan hasil rapat itu seharusnya dilihat terlebih dahulu,” ujar Ade. Selasa (15/09/2026).
Menurutnya, aksi tersebut berfokus pada persoalan juru parkir (jukir), khususnya di Zona 6 Pasar Panorama, serta rencana penataan pengelolaan parkir di gerai-gerai Alfamart di Kota Bengkulu.
Ade juga menyayangkan pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang karena menyebut Aliansi melakukan intimidasi tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi kepada pihaknya.
“Yang kami sesalkan, oknum wartawan tersebut tidak melakukan konfirmasi kepada Aliansi. Kalau dilakukan konfirmasi, kami akan menjelaskan secara utuh mengenai substansi aksi, termasuk hasil rapat bersama Pemkot dan pihak Alfamart serta notulen yang ada,” katanya.
Ia menegaskan Aliansi tidak anti terhadap kritik maupun pemberitaan media. Namun, menurutnya, setiap pemberitaan tetap harus mengedepankan prinsip objektivitas, keberimbangan, dan verifikasi.
“Aliansi tidak anti kritik. Kami menghargai kritik dan kebebasan pers. Tetapi kami juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi apabila ada pemberitaan yang kami nilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegasnya.
Ade menambahkan, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan prinsip akurasi dan keberimbangan, sehingga setiap pihak yang diberitakan seharusnya diberi ruang untuk memberikan penjelasan sebelum berita dipublikasikan.
Aliansi menegaskan kembali bahwa aksi 10 September merupakan penyampaian aspirasi terkait persoalan jukir dan penataan parkir di Kota Bengkulu, bukan aksi intimidasi terhadap Pemerintah Kota Bengkulu maupun pihak Alfamart.
Aliansi berharap persoalan tersebut dapat dipahami secara objektif dengan melihat fakta di lapangan, hasil komunikasi bersama Pemkot Bengkulu dan pihak Alfamart, serta notulen rapat yang menjadi bagian dari pembahasan bersama.
(Nh)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















