Kompak Demi Keselamatan, Warga Kabawetan Gelar Gotong Royong Tambal Jalan Rusak
Kepahiang, Narasiberita.co.id.- Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan masyarakat Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Melalui Persatuan Masyarakat Kecamatan Kabawetan, warga berinisiatif melaksanakan kegiatan gotong royong untuk menutup lubang di ruas jalan mulai dari Desa Tangsi Duren hingga rencana titik terakhir di Desa Bogor Baru.
Koordinator kegiatan, Surono, mengatakan aksi tersebut merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menurut Surono, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para kepala desa se-Kecamatan Kabawetan. Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi serta Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Eko guna memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
“Pak Edwar Samsi kemudian langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Bapak Tejo. Dari hasil komunikasi tersebut disampaikan bahwa masyarakat diperbolehkan menutup lubang jalan selama tidak menambah volume atau memperlebar badan jalan,” ujar Surono saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, pendanaan kegiatan berasal dari swadaya berbagai elemen masyarakat, mulai dari Persatuan Sayur, para pelaku usaha, sopir truk, sopir travel, hingga masyarakat pengguna jalan yang secara sukarela memberikan dukungan.
Melalui hasil musyawarah, tim pelaksana juga telah menyepakati penggunaan material aspal hotmix kelas biasa sebagai bahan untuk menutup lubang-lubang jalan.
Kegiatan gotong royong tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, dengan titik awal pengerjaan dimulai dari Desa Tangsi Duren, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai Desa Bogor Baru.
Surono menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pemerintah.
“Kegiatan ini tidak menyinggung pemerintah. Ini murni hasil musyawarah dan bentuk kepedulian masyarakat agar jalan lebih aman dilalui,” pungkas Surono.
Aksi gotong royong ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang berlubang, sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah sesuai kewenangannya. (feby)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















