30 Wilayah di Bengkulu Jadi Sasaran Program Listrik Pedesaan 2026, Pemprov Perkuat Sinergi dengan PLN dan Kementerian ESDM
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) memperkuat sinergi untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil.
Pada 2026, Program Pembangunan Listrik Pedesaan (Lisdes) ditargetkan menjangkau 30 lokasi di sejumlah kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Kendala Pembangunan Listrik Pedesaan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan dihadiri perwakilan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Bengkulu, pemerintah kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta instansi terkait lainnya.
Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
«”Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses energi yang merata dan berkeadilan,” ujar Herwan.»
Ia menambahkan, percepatan pembangunan jaringan listrik membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak untuk mengatasi berbagai kendala, mulai dari persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga hambatan teknis di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan bahwa Program Lisdes 2026 akan dilaksanakan dalam dua tahap. Sebanyak 25 lokasi telah berstatus clear and clean (CnC), sementara beberapa lokasi lainnya masih menghadapi sejumlah kendala.
Menurut Rico, hambatan yang dihadapi antara lain akses jalan menuju lokasi yang belum memadai, keberadaan tanaman milik warga yang menghalangi jalur jaringan listrik, serta proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan konservasi.
“Kendala tersebut terdapat di beberapa kabupaten, seperti Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong. Sejumlah wilayah masih membutuhkan peningkatan layanan listrik agar masyarakat memperoleh akses energi yang lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, menyampaikan bahwa rasio desa berlistrik di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen, sedangkan rasio elektrifikasi hingga Desember 2025 tercatat 99,52 persen. Meski demikian, penguatan jaringan listrik masih diperlukan agar seluruh masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal.
Pada tahap pertama, PLN akan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 31,4 kilometer, serta 11 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 550 kVA di 25 lokasi.
Sementara pada tahap kedua, pembangunan akan mencakup lima lokasi dengan pembangunan JTM sepanjang 5,52 kilometer, JTR sepanjang 10,63 kilometer, serta tiga unit gardu distribusi berkapasitas total 150 kVA.
Secara keseluruhan, pembangunan Lisdes Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu meliputi 27,03 kilometer JTM, 42,07 kilometer JTR, serta 14 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 700 kVA.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pemerataan akses listrik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta mempercepat pembangunan hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Bumi Merah Putih. (Nb)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















