Korban Diduga Keracunan MBG di Kepahiang Bertambah Jadi 16 Orang, Kapolres Turun Langsung Tinjau Korban

Kepahiang, Narasiberita.co.id. – Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, terus bertambah. Hingga Kamis (4/6/2026), total korban tercatat mencapai 16 orang.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius masyarakat dan berbagai pihak, mengingat mayoritas korban merupakan pelajar sekolah dasar yang menjadi peserta program MBG.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban mengalami gejala yang hampir serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program tersebut.

Keluhan yang dirasakan antara lain sakit perut, mual, muntah, pusing, hingga sakit kepala.

Awalnya, tujuh siswa sekolah dasar dan seorang penjaga sekolah dilarikan ke Puskesmas Kelobak untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun beberapa jam kemudian, tujuh korban lainnya kembali menyusul dengan gejala yang sama sehingga jumlah korban terus bertambah.

Dari total 16 korban, sebanyak 12 orang menjalani perawatan dan observasi di Puskesmas Kelobak, sementara empat korban lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Pasar Kepahiang.

Petugas kesehatan hingga kini masih melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh korban guna memastikan kondisi mereka tetap stabil dan tidak mengalami komplikasi lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para korban masih dalam tahap penyelidikan.

Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibagikan melalui Program Makan Bergizi Gratis, namun pihak berwenang belum dapat memastikan adanya unsur kelalaian ataupun kontaminasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Sejumlah pihak terkait saat ini tengah melakukan investigasi untuk menelusuri proses pengolahan, distribusi, hingga penyimpanan makanan yang disajikan kepada para siswa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK, MH, turut turun langsung meninjau kondisi para korban yang dirawat di Puskesmas Kelobak.

Kehadiran Kapolres bertujuan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal sekaligus mengawal proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril, Kapolres juga membagikan minuman kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan.

Sementara itu, tenaga medis terus melakukan observasi secara berkala terhadap perkembangan kesehatan para korban.

Selain kepolisian, instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan pihak pendidikan juga mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

Bertambahnya jumlah korban dalam waktu singkat menjadikan kasus ini sebagai perhatian serius masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah diharapkan tetap mengedepankan standar keamanan dan kualitas pangan yang ketat.

Masyarakat kini menantikan hasil investigasi resmi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Transparansi informasi dinilai penting agar publik memperoleh kejelasan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap program yang dijalankan pemerintah.

Hingga saat ini, pihak media masih terus menghimpun keterangan dari sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait. Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah adanya konfirmasi resmi dari otoritas berwenang.
(Feb)

Tinggalkan Balasan