Warga Keluhkan Sulitnya Peluang Kerja di Natuna hingga Singgung Slogan ‘Mujapati’

Natuna, Narasiberita.co.id. – Kritik tajam mulai mengalir terhadap kinerja Bupati Natuna, Cen Sui Lan. Sejumlah warga menilai kepemimpinan saat ini terlalu banyak memberikan janji manis yang belum dirasakan dampak nyatanya secara ekonomi, terutama bagi generasi muda di wilayah perbatasan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Andar (30), salah seorang warga Natuna, saat berbincang dengan awak media, Kamis (30/4/2026) pagi.

Ia menilai kebijakan pemerintah daerah saat ini masih jauh dari ekspektasi masyarakat.

Menurut saya, Bupati Natuna terlalu banyak janji manis tanpa ada fakta. Itu sama saja bohong, sampai sekarang hanya janji saja yang kami dengar,” cetus Andar dengan nada kecewa.

Eksodus Generasi Muda Akibat Minim Loker
Andar menyoroti sulitnya mencari nafkah di tanah sendiri.

Minimnya lapangan pekerjaan di Natuna memaksa banyak generasi muda untuk mengadu nasib keluar daerah, seperti Batam dan Tanjungpinang, bahkan hingga menjadi pekerja migran di Malaysia.

Artinya apa? Natuna memang sulit untuk peluang pekerjaan. Jangan hanya fokus pada proyek fisik semata,” tegasnya.

Pria yang kini bertahan hidup sebagai kuli cuci motor ini menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan memang penting, namun seringkali terjebak pada pembangunan fisik tanpa dampak ekonomi langsung ke masyarakat kecil.

Desak Optimalisasi Sektor Maritim
Ia menyarankan agar pemerintah daerah lebih serius mengembangkan wilayah maritim yang luasnya mendominasi Natuna.

Menurutnya, potensi laut seharusnya bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang merangkul tenaga kerja lokal.

Andar juga menyinggung kembali slogan “Mujapati” (Mudah Jumpa Bupati) yang sempat populer.

Ia merasakan ada perbedaan mencolok antara janji kedekatan dengan masyarakat sebelum menjabat dengan realita yang dirasakan saat ini.

Harapan saya sederhana, tolong perhatikan kami masyarakat kecil dan generasi muda. Rangkul semua pihak. Seperti kata Winston Churchill, kalau kita bersama pasti kuat dan tangguh. Jika masyarakat dan pemerintah ada jarak, maka semua akan hancur,” imbuhnya.

Ungkapan kegelisahan warga ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Natuna agar tidak hanya terjebak pada laporan pembangunan fisik, tetapi juga mulai menyentuh akar permasalahan masyarakat, perut yang lapar dan masa depan generasi muda yang kian buram di daerahnya sendiri.(Zani)

Tinggalkan Balasan