Harta Bupati Natuna Naik Turun Ratusan Miliar Ada Apa dengan LHKPN-nya?

Batam, Narasiberita.co.id. – Sorotan tajam tertuju pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bupati Natuna.

Pemerhati kebijakan publik, Aripin, melontarkan kritik keras terkait fluktuasi nilai harta sang bupati yang dinilai tidak lazim dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya di Batam, Kamis (16/4) siang, Aripin memaparkan data mengejutkan terkait perjalanan nilai kekayaan orang nomor satu di Natuna tersebut.

Ia mencatat adanya “lompatan” angka yang sangat drastis dalam kurun waktu singkat.

Berdasarkan data yang ada, saat mencalonkan diri pada 2024, kekayaan yang dilaporkan hanya sekitar Rp1,1 miliar. Namun, begitu terpilih, angkanya melonjak fantastis hingga menyentuh Rp293 miliar. Ini lonjakan yang luar biasa,” ungkap Aripin heran.

Sebelumnya, kenaikan tersebut sempat diklaim bersumber dari peningkatan nilai saham dan kepemilikan di sejumlah perusahaan.

Kendatipun demikian menurut Aripin, publik tidak boleh hanya disuguhi angka mentah tanpa penjelasan detail mengenai asal-usul pertumbuhan aset tersebut.

Keheranan Aripin semakin menjadi saat melihat laporan terbaru tahun 2025. Alih-alih stabil, nilai harta tersebut justru terjun bebas kembali ke angka Rp19,8 miliar.

Jika kita bedah data tersebut, ada selisih hingga ratusan miliar rupiah,” bebernya.

Fluktuasi yang begitu ekstrem ini tentu memancing spekulasi. Pertanyaannya apakah ada salah input, atau memang ada ketidakkonsistenan dalam pelaporan? Di sinilah transparansi diuji,” tambahnya pula.

Aripin menekankan bahwa LHKPN bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen kontrol sosial untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang mewajibkan pejabat publik menjunjung tinggi asas keterbukaan.

Transparansi adalah kunci dari good governance. Penjelasan yang masuk akal dan terbuka sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak luntur. Jangan sampai publik menduga-duga ada yang disembunyikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Bupati Natuna terkait dinamika nilai kekayaannya tersebut, namun Bupati Natuna hingga saat ini belum bisa dihubungi. (Zani)

Tinggalkan Balasan