Sepele Berujung Duel: Siswi SMP di Rejang Lebong Berkelahi karena Celana Kotor
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id. – Sebuah video perkelahian dua siswi sekolah menengah pertama (SMP) viral di media sosial, Insiden tersebut terjadi di lingkungan SMPN 22 Rejang Lebong, Desa Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (3/5/2026).
Perkelahian ini melibatkan dua siswi kelas IX berinisial SC (14) dan SM (14). Keduanya terlibat duel satu lawan satu yang dipicu persoalan sepele, yakni celana pinjaman yang dikembalikan dalam kondisi kotor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik bermula sekitar pukul 10.00 WIB melalui percakapan di aplikasi WhatsApp.
Salah satu siswi memprotes kondisi celana dengan pesan, “Ngapo celano ambo keno noda” (Kenapa celana saya terkena noda). Pesan tersebut dibalas dengan nada menantang, “Kalu kau dak senang, ambo ganti.”
Adu mulut di dunia maya itu kemudian berlanjut dengan kesepakatan untuk bertemu dan menyelesaikan masalah secara fisik di lingkungan sekolah. Keduanya datang bersama sejumlah rekan, yang kemudian menjadi saksi.
Setibanya di lokasi, perkelahian tak terhindarkan. Aksi saling pukul tersebut bahkan direkam oleh teman mereka hingga videonya tersebar luas di media sosial.
Perkelahian akhirnya berhasil dilerai, dan kedua siswi sempat dibawa ke RSUD Curup untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Bermani Ulu, IPTU R. Pasaribu, S.H., M.H., mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari perangkat desa sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
Guna mencegah konflik berkepanjangan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa serta memanggil orang tua dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk pelajar yang merekam dan menyaksikan kejadian tersebut.
Pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB, mediasi digelar di kediaman Sekretaris Desa Air Pikat.

Proses tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta orang tua kedua siswi.
“Langkah cepat kami ambil untuk memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” ujar IPTU R. Pasaribu.
Melalui mediasi tersebut, kedua pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum. Orang tua masing-masing juga berkomitmen mengawasi anak-anak mereka agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
Biaya pengobatan akibat perkelahian disepakati ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.
Sementara itu, para pelajar yang berada di lokasi, baik yang menonton maupun merekam, telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua pelaku.
Saat ini, permasalahan dinyatakan selesai, dan situasi di Desa Air Pikat dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. (Rian)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















